Rabu, 14 November 2018 03:39 WIB
pmk

Headline

Imbas Kemacetan yang Semakin Parah, Transportasi Air Dilirik Lagi

Redaktur:

indopos.co.id - Kemacetan Jakarta semakin menggila dalam beberapa hari terakhir atau beberapa hari setelah Ramadan, membuat kalangan DPRD DKI Jakarta bereaksi. Anggota dewan menyarankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuat terobosan dalam mengatasi kemacetan tersebut. Salah satunya, dengan mengembangkan transportasi air. Apalagi Ibu Kota dilewati 13 sungai dan Kanal Banjir Timur (KBT) serta Kanal Banjir Barat (KBB). Meski proyek ini pernah gagal saat masa pemerintahan Gubernur DKI Sutiyoso. Tapi proyek itu kini mulai dimunculkan kembali. ”Salah satu solusi mengatasi kemacetan lalu lintas yang kian menggila yakni dengan mengembangkan transportasi air,” ujar Endang Pardjoko, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, kemarin (9/6). Endah menuturkan, pengembangan transportasi air ini tentu akan sangat membantu mengurangi kepadatan kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk. ”Operasional angkutan massal Transjakarta yang menjadi salah satu solusi memecah ke¬macetan, seharusnya diperkuat dengan angkutan air,” terangnya. Dia juga memaparkan, transportasi air bisa dimanfaatkan untuk mem¬bantu mengurai kepadatan ken¬daraan bermotor yang melintas di Ibu Kota. ”Mustinya keberadaan 13 sungai di Jakarta ini bisa dimanfaatkan jadi transportasi alternatif,” terang politisi Partai Gerindra ini juga. Menurut Endah, berkaca dari negara-negara tetangga yang menggunakan sungai se¬bagai bagian dari angkutan massal, ada baiknya fungsi KBT dan KBB dimaksimalkan untuk angkut¬an massal itu. Endah menambahkan, jika sungai-sungai itu difungsikan, kapal-kapal akan ikut me¬nambah sarana transportasi bah¬kan sekaligus menambah indahnya Jakarta. ”Hal ini tentunya ini bisa mendukung pengembangan pariwisata,” ujar Endah. Selain itu, kata Endah, dalam mengembangkan transportasi air, Pemprov DKI harus bersinergi dengan Pemerintah Bekasi, Tangerang dan bila perlu juga Bogor atau Depok. ”Seluruh stakholder perlu bersama-sama memikirkan rencana penggunaan sungai sebagai bagian dari jalur angkutan massal yang terintegrasi dengan Transjakarta dan kereta api,” pungkas Endah juga. Seperti diketahui, kemacetan Jakarta makin menjadi selama bulan Ramadhan. Seperti saat jelang waktu berbuka puasa, sejumlah jalanan dipadati kendaraan. Satu di antaranya kawasan Semanggi, Jakarta. Jalan Gatot Subroto dari arah Cawang menuju Grogol padat di jalur arteri. Namun, jalan tol dari arah Cawang menuju Grogol ramai lancar. Pemandangan yang sama juga tampak dari lalu lintas dari arah Grogol menuju Cawang. Tampak kendaraan padat di jalur arteri. Namun, pada jalan tol ramai lancar. Kepadatan ini diprediksi karena jam kerja pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai swasta yang dimajukan. Sehingga masyarakat berbarengan ingin pulang ke rumah untuk berbuka puasa. Saat bulan puasa, kemacetan di Jakarta jadi berubah menjadi sebelum azan magrib. Namun, usai azan magrib, kemacetan mulai terurai. Kemacetan juga diperparah dengan proyek infrastruktur yang belum selesai. Seperti proyek jalan layang khusus bus Transjakarta rute Tendean-Ciledug dan juga proyek mass rapit transit (MRT) rute Lebak Bulus-Bunderan HI. Keadaan makin parah dengan penutupan akses jalur cepat Jalan Jenderah Sudirman mengarah ke Cawang akibat proyek pembangunan Semanggi Interchange atau proyek jalan layang Semanggi. (wok)

TOPIK BERITA TERKAIT: #dki-jakarta 

Berita Terkait

Calon Wagub DKI Harus Mau Kerja Keras

Jakarta Raya

DKI Jakarta Tuan Rumah MTQ Korpri IV

Jakarta Raya

Presiden Minta Gubernur Lanjutkan MRT

Jakarta Raya

IKLAN