Rabu, 19 September 2018 04:16 WIB
pmk

Jakarta Raya

Banjir Rob Bikin Ahok Gagal Paham

Redaktur:

JAKARTA, indopos.co.id – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok gagal paham terkait banjir rob yang merendam pesisir utara Jakarta. Ahok menganggap banjir rob menjadi bukti pentingnya proyek reklamasi. Padahal, justru sebaliknya. Demikian dikatakan Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur, Adi Solihin. Menurut Adi, musibah banjir rob yang kerap melanda pesisir pantai Jakarta seharusnya disikapi Ahok dengan membatalkan proyek reklamasi.
Dilansir dari pojoksatu.id, Adi menjelaskan banjir rob diakibatkan oleh gelombang pasang yang merupakan peristiwa alam yakni gravitasi bulan dan matahari terhadap bumi. Sementara saat ini kondisi ril daratan Jakarta semakin rendah akibat banyaknya gedung-gedung tinggi, ditambah faktor penggunaan air tanah yang sudah melebihi batas kewajaran. Diprediksi para pakar, jika kondisi ini dibiarkan maka 10-20 tahun yang akan datang, daratan Jakarta akan berubah menjadi lautan. “Solusi tepat mengantisipasi kerugian yang dialami masyarakat pesisir akibat banjir rob adalah membuat tanggul di pesisir pantai dengan ketinggian minimal 3,8 meter, bukan dengan membuat lahan reklamasi yang akan digunakan untuk pembangunan lahan property mewah,” tegas Adi, Jumat (10/6/2016). “Reklamasi bukan solusi, justru cenderung mengarah perusakan alam lautan. Lahan laut tidak dikurangi saja bisa meluap ketika air laut pasang, apalagi daya tampung lahan lautan dikurangi dengan reklamasi. Apalagi reklamasi untuk lahan properti yang dapat mengakibatkan semakin rendahnya daratan Jakarta,” sambung mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu. Adi berharap Peraturan Daerah (Perda) tentang Rancangan Tata Ruang Wilayah dapat menjadi acuan dalam menata program pembangunan di wilayah ibu kota. Namun begitu dia mengingatkan Ahok peka terhadap keberadaan rakyat di pesisir dengan segera membangun tanggul di pesisir pantai dengan ketinggian yang sesuai dengan hasil penelitian para ahli kelautan.
“Bukan justru meratakan perkampungan pesisir dan memperjungkan kepentingan pengusaha dengan ingin tetap membangun reklamasi,” tukas dia.(rus/rmol/one/pojoksatu)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dki-jakarta 

Berita Terkait

Pencurian Fasum Marak, Pemasangan CCTV Belum Maksimal

Jakarta Raya

Kurangi Kemacetan, Lakukan Rekayasa Arus

Jakarta Raya

Wajah Baru Jakarta, Mural Batik Betawi

Jakarta Raya

DKI Raih Juara di Pesparawi Nasional

Jakarta Raya

2030, DKI Target Zero AIDS

Jakarta Raya

Selamat, Jakarta Jawara We Love Cities 2018

Jakarta Raya

IKLAN