Rabu, 19 September 2018 04:13 WIB
pmk

Headline

Pemerintah Berkomitmen Sejahterakan Para Pekerja Dimasa Depan

Redaktur:

indopos.co.id - Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja dimasa depan. Program ini sejalan dengan agenda kebijakan International Labour Organization (ILO) 2030 guna mengakhiri kemiskinan dan mencapai pekerjaan yang layak untuk semua. Demikian penegasan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam pidatonya pada Konferensi Ketenagakerjaan Internasional (ILC) Ke-105 di Plenarry Hall, Palais des Nations, Gedung PBB, Jenewa, Swiss, Rabu (8/6). Menurut Hanif Dhakiri, kemiskinan telah menjadi fokus utama pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk segera diselesaikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015, hampir 29 juta dari 240 juta orang di Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. "Kami siap untuk terlibat langsung dan berkontribusi dalam diskusi tentang inisiatif ILO untuk mengakhiri kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," tutur Hanif. Menurut Hanif, Indonesia terus melakukan sejumlah terobosan untuk meningkatan kesejahteraan rakyat melalui pembentukan kesempatan kerja yang inklusif. Diantaranya adalah dengan meluncurkan 12 (dua belas) paket kebijakan ekonomi yang dimaksudkan untuk perluasan kesempatan kerja bagi semua. "Ini sekaligus memberi arah dan kesiapan pemerintah dalam melaksanakan agenda pembangunan nasional yg sejalan dengan agenda pembangunan global 2030 dan pembangunan yang berkelanjutan,” lanjutnya. Menteri Hanif menyadari bahwa kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja Indonesia menjadi program prioritas. Hal ini penting agar pekerja dapat meningkatkan produktivitas sehingga bisa mengambil keuntungan dari kesempatan kerja yang tersedia. Dalam kaitan ini pemerintah Indonesia telah dan sedang menggenjot pendidikan dan pelatihan vokasional untuk meningkatkan relevansi tenaga kerja dengan pasar kerja yang tersedia. Reorientasi, revitalisasi, dan rebranding Balai Latihan Kerja dilakukan meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tenaga kerja terampil. Konsep kemitraan dengan industri dalam pelatihan kerja dan pemagangan juga dikembangkan agar produksi tenaga kerja terlatif semakin fokus dan massif. "Selain itu, kami juga membina kewirausahaan, program pelatihan kejuruan serta mendorong sertifikasi keterampilan,” tambah Menaker. Selain menekankan pekerjaan yang layak untuk semua, Menaker Hanif juga mengingatkan pentingnya ekonomi lingkungan yang berkelanjutan dengan menerapkan 'green work'. Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan telah mengambil bagian dalam inisiatif pekerjaan hijau ILO. "Kami mengapresiasi ILO yang telah memilih Indonesia menjadi negara percontohan di wilayah Asia untuk hosting konferensi tripartit dalam hal pelaksanaan dan tantangan dari SDGs 8," tutupnya disambut applaus meriah peserta konferensi. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kemenaker 

Berita Terkait

IKLAN