Kamis, 22 November 2018 06:29 WIB
pmk

Headline

Kemenkes Buka Layanan Darurat Medik Ke No Telp 119

Redaktur:

indopos.co.id - Kementerian Kesehatan mengeluarkan terobosan baru dalam reaksi cepat menghadapi kondisi gawat darurat medik. Ada layanan emergency medik nomor 119 yang dapat diakses melalui telepon selular ataupun telepon rumah dan bebas biaya. Dijelaskan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Bambang Wibowo, fasilitas tersebut melibatkan peran pusat dan daerah. Ada integrasi yang dibangun antara National Command Center (NCC) atau Pusat Komando Nasional yang berada di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, dengan Public Safety Center (PSC) yang berada di Kabupaten/Kota. ”Masyarakat dapat melaporkan kejadian gawat darurat yang membutuhkan pertolongan medis, misalnya apabila terdapat kecelakaan,” kata Bambang di Jakarta, Kamis (9/6). Sebagai tahap awal, sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT) melalui nomor layanan emergency 119 akan difungsikan di 27 lokasi di Indonesia. Daerah tersebut adalah Aceh, Medan Sumatera Utara, Kabupaten Bangka, Kota Bandung, Kota Jogjakarta, Kota Solo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Tulung Agung, Kota Mataram. Tak ketinggalan, DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang, Kota Palembang dan daerah lainnya. Rencananya, awal Juli mendatang, layanan ini akan segera diluncurkan. Alur pelayanan dalam SPGDT dimulai saat NCC menerima panggilan dari masyarakat di seluruh Indonesia selama 24 jam. Telepon yang bersifat gawat darurat akan diteruskan/dispatch ke PSC Kabupaten/Kota yang selanjutnya akan menangani sekaligus menindaklanjuti laporan gawat darurat yang dibutuhkan. Sedangkan telepon yang bersifat pertanyaan atau kebutuhan informasi kesehatan lainnya dan pengaduan kesehatan akan diteruskan/dispatch ke nomor Halo Kemkes (1500-567). PSC yang berada di Kabupaten/Kota akan menindaklanjuti telepon terusan dari NCC meliputi penanganan kegawatdaruratan dengan menggunakan protokol penanganan kegawatdaruratan, kebutuhan informasi tempat tidur, informasi fasilitas kesehatan terdekat, dan informasi ambulans. PSC berjejaring dengan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dengan lokasi kejadian untuk mobilisasi ataupun merujuk pasien guna mendapatkan penanganan gawat darurat (tergantung kondisi pasien). ”PSC dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan unit teknis lainnya di luar bidang kesehatan seperti kepolisian dan pemadam kebakaran tergantung kekhususan dan kebutuhan daerah,” pungkas Bambang. (adn)?

TOPIK BERITA TERKAIT: #kemenkes 

Berita Terkait

IKLAN