Rabu, 21 November 2018 03:21 WIB
pmk

Jakarta Raya

Gelar Workshop Fotografi “Budi Luhur dalam Lensa Kamera”, UBL Antusias

Redaktur:

indopos.co.id - Universitas Budi Luhur (UBL) pertama kalinya menjadi tuan rumah kedua dari workshop roadshow fotografi “Budi Luhur dalam Lensa Kamera”. Workshop kedua yang digelar pada 12 April lalu ini merupakan bagian dari rangkaian Lomba Fotografi Nasional (photo story) 2016 yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti. Setelah sebelumnya workshop pertama pada 9 April 2016 diadakan di STMIK Atma Luhur, Pangkal Pinang. Workshop ketiga telah diselenggarakan di Sekolah Tinggi Multi Media MMTC Yogyakarta pada tanggal 29 April 2016. Kegiatan dibuka oleh Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro, MBA. "Saya senang karena tema “Budi Luhur” ternyata dapat diterima oleh masyarakat. Terbukti dari banyaknya peserta yang telah mendaftarkan diri untuk ikut lomba, tepatnya sebanyak 1.124 pendaftar," kata Kasih Hanggorodi Gandaria City Mall, Minggu (5/6). Rektor Univ. Budi Luhur Prof. Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo, Ph.D sebagai narasumber pertama memaparkan nilai-nilai budi luhur yang dapat dengan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menyampaikan sembilan nilai-nilai budi luhur yang dapat divisualisasikan oleh peserta fotografi. Sementara itu, Rusdiyanta, Ketua Pusat Studi Budi Luhur, “Program ini bertujuan untuk mensosialisasikan nilai-nilai Budi Luhur ke masyarakat luas. Nilai-nilai Budi Luhur mencerminkan kepedulian terhadap kehidupan manusia. Untuk itu, melalui program ini, kami mengajak masyarakat untuk memvisualisasikan nilai-nilai budi luhur dalam karya foto mereka.” Ditambahkannya, upaya mensosialisasikan nilai-nilai budi luhur ke masyarakat luas sudah dilakukan sebelumnya lewat program Lomba Essay Kebudiluhuran dan Sarasehan Kebudiluhuran. “Kedua program itu sudah rutin kami lakukan setiap tahunnya. Rencananya, kompetisi fotografi nasional ini akan juga rutin kami lakukan setiap tahunnya,” tambahnya. Pada kesempatan yang sama, Fendi Siregar yang dikenal sebagai senior fotografer menjelaskan teknik-teknik untuk memotret foto human interest yang baik. Selain itu dia juga mengadakan simulasi penyusunan photo story melalui software Adobe Photoshop. "Untuk menyusun sebuah photo story perlu memperhatikan konsep cerita yang ingin disampaikan tanpa mengesampingkan komposisi angle foto. Tentunya tidak indah apabila photo story diisi dengan foto long shot semua. Photo story akan lebih indah dipandang apabila foto dambil dalam bentuk medium shot, long shot, dan close up," jelas Fendi. workshop roadshow fotografi “Budi Luhur dalam Lensa Kamera” Workshop ditutup dengan tepuk tangan yang meriah untuk Fendi Siregar yang telah menunjukkan video di balik pengambilan foto ‘Rasinah’ dan video di balik pengambilan moment-moment jembatan yang dilalui oleh masyarakat di sebuah perkampungan. Pesan Fendi dari video yang ditunjukkannya ini ialah peserta yang hendak mengikuti lomba harus sabar untuk menangkap moment demi mendapatkan foto yang ciamik. Lomba Fotografi Nasional (photo story) 2016 dengan tema “Budi Luhur dalam Lensa Kamera” yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Kebudiluhuran Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti merupakan kegiatan fotografi pertama setingkat nasional. Tema ini menantang para pecinta fotografi untuk memvisualisasikan atau menerjemahkan nilai-nilai budi luhur dalam bentuk photo story dengan konsep human interest. Adapun tema-tema yang diangkat adalah: Sabar Mensyukuri (sabar narimo), Cinta Kasih (welas asih), Suka Menolong (seneng tetulung mring sapodo), Toleransi, Kerjasama, Sopan Santun. Rangkaian Workshop Fotografi ini masing-masing dihadiri oleh 400 peserta yang terdiri dari pegiat fotografi, komunitas fotografi, pelajar SMA, mahasiswa Universitas Budi Luhur, dan mahasiswa dari perguruan tinggi di sekitar Tangerang dan Jakarta Selatan, sedangkan workshop pertama di hadiri oleh pelajar dan mahasiswa STIMK Atma Luhur Pangkal Pinang dan workshop ketiga dihadiri pelajar, Mahasiswa MMTC Yogyakarta dan masyarakat umum. Dari jumlah 1.124 peserta yang mendaftar yang mengirimkan fotonya sebanyak 426 orang, sementara yang memenuhi syarat dan ketentuan sebanyak 233 peserta. Dari karya 233 peserta ini akan disaring oleh seluruh juri menjadi 10 besar per-katagori. Peserta yang masuk ke dalam nominasi 10 besar nantinya akan dinilai kembali menjadi lima besar per-kategori, peserta yang masuk nominasi lima besar inilah yang akan dinilai bersamaan dengan pameran foto yang rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu 18 Juni 2016 di kampus UBL Jakarta. Nantinya konsep pameran lomba foto berpegang pada keyakinan bahwa sebagai fotografer juga harus mememiliki kemampuan untuk mempresentasikan karyanya di depan khalayak. Selain penjurian tahap akhir terhadap peserta lima besar, pada pameran nanti akan diisi oleh Workshop oleh fotografer senior, Arbain Rambey sebagai narasumber. (*)

TOPIK BERITA TERKAIT: #universitas-budi-luhur 

Berita Terkait

IKLAN