Jumat, 16 November 2018 02:52 WIB
pmk

Headline

Dunia Siap Lepas Inspirator Legendaris Muhammad Ali

Redaktur:

Indopos.co.id- LOUISVILLE-Dunia benar-benar kehilangan sosok petinju legendaris, inspirator dan pembela kemanusiaan, Muhammad Ali. Sabtu dini hari WIB tadi (11/6), petinju atraktif dan menghibur itu dimakamkan secara prosesi Islam di Pemakaman Cave Hill, Louisville, Kentucky, AS. Kematian Muhammad Ali sebenarnya sudah diprediksi banyak orang, mengingat usia dan penyakitnya. Namun, tetap saja, kabar kematiannya membuat shock jutaan orang di dunia. Bahkan, saat persiapan prosesi pemakaman, Kota Louisville tiba-tiba ramai. Entah dari masa saja datangnya, ribuan orang membanjir kota dan menyatakan duka dan simpati. Mereka pun ingin menghadiri pemakaman sang legenda. Di Louisville, bendera-bendera dikibarkan setengah tiang. Baik itu di rumah penduduk, kantor pemerintahan, balai kota dan di berbagai tempat publik lainnya. Berbagai tempat peninggalan Ali juga jadi pusat turisme. Seperti Muhammad Ali Center atau rumah masa kecilnya di Grand Avenue. Kontroversi Pemakaman yang dilakukan cukup lama dari kematiannya memang sempat menimbulkan kontroversi di kalangan Muslim AS.Sebab, pemakaman tidak dilakukan segera setelah Ali meninggal dunia seperti dalam ajaran Islam. Ali dinyatakan meninggal dunia Sabtu sepekan lalu dan baru dimakamkan Jumat malam tadi. Namun, pihak keluarga memiliki pertimbangan lain. Yaitu untuk memberi kesempatan siapapun dari seluruh dunia untuk mengucapkan selamat tinggal kepada idola jutaan manusia itu. CARA ISLAM: Prosesi pemakaman Muhammad Ali di Louisville yang mendapat perhatian puluhan ribu pelayat dari seluruh dunia.    foto -foto : AFP Upacara utama penghormatan jenazah akan digelar pada pukul 14:00 waktu setempat (24:00 WIB) di KFC Yum Center, yang berkapasitas lebih dari 20.000 orang dengan penyampai pidato utama mantan Presiden Bill Clinton. Sehari sebelumnya, umat Muslim di seluruh dunia juga banyak yang berdatangan ke rumah duka untuk melaksanakan upacara salat jenazah. Sejumlah tokoh dunia hadir termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Datang juga mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan di upacara tersebut. Tidak hanya di mata kaum Muslim, di mata umat agama lain di seluruh dunia, Muhammad Ali adalah seorang tokoh yang dihormati dan disegani. Banyak penyataan dan aksi petinju yang dijuluki ‘ Si Mulut Besar’ ini menebarkan persatuan, kedamaian, dan toleransi antarumat di dunia. ”Warga dunia dan mendiang ingin orang-orang dari semua lapisan masyarakat dapat menghadiri pemakamannya. Upacara pelepasannya mencerminkan pengabdiannya kepada umat manusia dari semua ras, agama dan latar belakang," ," kata juru bicara keluarga, Bob Gunnell. Presiden AS Barack Obama pun turut mengagumi Ali. Dia mengatakan, Ali bukan semata seorang penyair yang mahir di depan mikrofon sebagaimana seorang petarung yang jago di atas ring, namun juga seorang manusia yang berjuang untuk apa yang diyakini sebagai kebenaran. Seorang manusia yang berjuang untuk kita. Muhammad Ali telah mengguncang dunia. Dan dunia jadi lebih baik karenanya. Kita semua jadi lebih baik karenanya" Menurut Gunnell, sebelum meninggal pukul 21:10, sang legenda masih mampu mengucapkan selamat tinggal kepada istri dan anak-anaknya di rumah sakit saat detik-detik akhir hayatnya. "Hati kami sungguh terluka. Tetapi Ayah sudah terbebas sekarang. Kami berupaya keras untuk tetap tegar, dan berbisik di telinganya: 'Engkau bisa pergi sekarang. Kami akan baik-baik saja. Kami mencintaimu. Terima kasih. Engkau bisa pulang kepada Tuhan sekarang.' Kami semua mengelilinginya, menciumnya, memeluknya, dan memegang erat tangannya, membacakan doa-doa Islam. Semua organ tubuhnya mengalami kegagalan, namun JANTUNG ayah tak henti berdetak. Selama 30 menit... jantungnya terus saja berdetak. Tak ada yang pernah mnelihat kejadian seperti ini. Sebuah pernyataan nyata tentang Semangat dan Tekadnya. Terima kasih semuanya untuk kasih dan dukungan Anda semua,” kata salah seorang putrinya, Hana Ali. Dalam proses pemakaman tadi malam, publik terlihat antusias mengikuti mulai prosesi salat jenasah, iring-iringan ke pemakaman hingga pemakamannya. Jenazah Ali yang diarak di sepanjang jalan-jalan utama Louisville, sesak dipenuhi massa. (bbc/ap/afp) Tentang Muhammad Ali
  • Lahir pada 17 Januari 1942 dengan nama Cassius Marcellus Clay Gepen-K Bane, Jr.
  • Usia 12 tahun, Clay, jr. melapor kepada polisi bernama Joe Martin, bahwa sepeda BMX barunya dicuri orang.
  • Supaya tidak terulang lagi nasib sial kehilangan sepeda, Joe Martin, yang juga seorang pelatih tinju di Louisville, mengajari Clay kecil cara bertinju agar dapat menghajar si pencuri sepeda.
  • Clay kecil sangat antusias berlatih tinju di bawah bimbingan Martin.
  • Tahun 1960 meraih medali emas kelas berat ringan Olimpiade di Roma, Italia.
  • Di tahun yang sama, debut pertama di ring profesional dan menang angka atas Tunney Hunsaker.
  • Juara dunia kelas berat ringan pada 25 Februari 1964 setelah menang TKO ronde 7 dari 15 ronde atas Sony Liston.
  • Setelah menang atas Liston, Clay masuk Islam dan mengganti nama menjadi Muhammad Ali.
  • 6 September 1979, Ali mengundurkan diri dari tinju, dan gelar dinyatakan kosong.
  • 2 Oktober 1980, Ali kembali ke ring tinju melawan bekas kawan latih tandingnya, Larry Holmes. Dalam pertandingan yang berat sebelah, Ali tidak berkutik, sedang Holmes tampak tidak tega 'menghabisi' Ali yang tak berdaya. Ali menyerah dan mengundurkan diri pada ronde 11.
  • 11 Desember 1981, Ali yang sudah uzur mencoba naik ring lagi melawan Trevor Berbick. Ali kalah angka 10 ronde. Setelah pertandingan ini, Ali benar-benar pensiun dari dunia tinju.
  • Sepanjang karirnya, Ali 56 kali memenangi pertandingan dan 5 kali kalah. Dia juga merebut tiga gelar di kelas berat.

TOPIK BERITA TERKAIT: #internasional 

Berita Terkait

Stan Lee, Tutup Usia

Indotainment

Stan Lee, Tutup Usia

Indotainment

Pangeran MBS Luncurkan Proyek Nuklir Pertama

Internasional

Indonesia-Arab Saudi Berupaya Tekan Pengangguran

Headline

Doktor di India Ciptakan Jalan dari Plastik

Internasional

IKLAN