Rabu, 14 November 2018 05:42 WIB
pmk

Jakarta Raya

Penerobosan Jalur Busway Masih jadi Momok, Pemprov DKI Gerah

Redaktur:

indopos.co.id - Masih maraknya penerobos jalur Transjakarta (busway), membuat Pemprov DKI Jakarta gerah. Dengan menggandeng Polda Metro Jaya, sepakat untuk meningkatkan upaya sterilisasi. Jika masih ada pengendara yang nekat menerobos, kedepannya tidak akan ada lagi toleransi. Pihak Kepolisian akan memberlakukan denda setinggi-tingginya. ”Kalau memang sudah dijaga tapi masih saja (ada penerobos), Pak Gubernur tadi minta tilang dan denda setinggi-tingginya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishutrans) DKI, Andri Yansyah di Balai Kota Jakarta, kemarin (10/6). Tekad untuk mensterilkan jalur Transjakarta dikeluarkan setelah dilakukannya rapat terbatas pembahasan sterilisasi jalur Transjakarta antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Dirlantas Polda Metro Jaya, Dishubtrans DKI, dan PT Transjakarta. ”Nah Pak Gubernur meminta bantuan dari kepolisian untuk tidak ada lagi diskresi-diskresi, biarin aja macet,” ungkap Àndri. Dengan begitu, sambungnya, akan tercipta efek jera dan efek yang membuat warga pindah menggunakan transportasi umum. ”Yang paling penting untuk meningkatkan efektivitas dari bus Transjakarta. Makanya kita buat biar gak ada bedanya dong, sehingga masyarakat itu malas gunakan kendaraan pribadi,” terang dia. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menilai upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mensterilkan jalur bus Transjakarta (busway) diperkirakan menemui kesulitan. Selain tingkat kedisiplinan pengguna jalan yang masih rendah, manajemen PT Transjakarta juga dinilai kurang cepat dalam menambah armada. PT Transjakarta sampai saat ini belum menambah ketersediaan bus di setiap koridor. Padahal, badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut berjanji mendatangkan 320 bus baru berukuran sedang dan berstandar bus rapid transit (BRT) bulan ini. ”Angkutan umum di Ibu Kota sudah sangat rumit. PT Transjakarta belum mampu menangani permasalahan angkutan umum yang ada," jelasnya. Menurut dia, sterilisasi busway tanpa pembenahan dan penambahan armada hanya menjadi wacana saja. ”Direksi saat ini gebrakannya lambat,” katanya. Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instrans), Darmaningtyas juga mengakui sterilisasi sulit dilakukan bila ketersediaan bus belum banyak di seluruh koridor. Kendaraan pribadiakan tetap menerobos karena melihat busway yang lengang. ”Sterilisasi di perempatan (perlintasan sebidang) jugaharus ada dan harus bisa,” cetusnya. (wok)

TOPIK BERITA TERKAIT: #dki-jakarta 

Berita Terkait

Calon Wagub DKI Harus Mau Kerja Keras

Jakarta Raya

DKI Jakarta Tuan Rumah MTQ Korpri IV

Jakarta Raya

Presiden Minta Gubernur Lanjutkan MRT

Jakarta Raya

IKLAN