Selasa, 25 September 2018 10:27 WIB
pmk

Headline

Pemerintah Bentuk Tim Stabilisasi Harga Pangan

Redaktur:

Indopos.co.id-Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta Menteri BUMN Rini Soemarno membentuk tim stabilisasi harga pangan. Tim lintas kementerian ini disepakati usai rapat koordinasi menteri-menteri terkait di Gedung Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat (10/6). Harapannya, supaya harga di tingkat petani menguntungkan, kemudian tingkat pengusaha juga menguntungkan, tapi konsumennya tersenyum. Mentan Amran Sulaiman mengakui, memang butuh waktu tidak bisa selesai hanya satu dua hari, karena persoalan puluhan tahun yang harus diselesaikan. ”Kementan akan bertanggungjawab dalam penyediaan pasokan pangan melalui peningkatan produksi dan peningkatan kapasitas petani, kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Sedangkan Kementerian BUMN melakukan pembinaan BUMN untuk meningkatkan stok dan operasi pasar,” sebut Amran. Dia juga berjanji, bersama-sama dengan Mendag, Menperin, dan Menkop akan memantau tim secara terus menerus. Tujunnnya untuk memotong rantai pasok. Sedangkan Mendag mengatakan, untuk mengamankan pasokan, stabilisasi harga dan pengembangan rantai pasok yang efisien perlu sinergitas antar kementerian dan lembaga. ”Jadi ini tidak bisa satu menteri saja tapi ini tanggungjawab bersama. Kami sepakat harus bersinergi dan harus cair antar kementerian dari eselon satu sampai empat kita tidak boleh defensif. Kalau ada kritikan kita anggap sebagai masukan yang positif. Sekaligus harus intropeksi, harus mengakui kelemahan kita masing-masing, tapi tidak ada saling menyalahkan masing-masing adalah tanggungjawab bersama," ucap Lembong bijak. Kemenperin akan bertanggungjawab dalam pengembangan industri pangan primer dan olahan komoditas pangan serta koordinasi pelaku industri. Kemendag mengatur distribusi pangan, mengendalikan harga dan rantai pasok pasar serta koordinasi dengan pelaku pasar untuk menjamin stabilitas harga. Sementara Kemenkop UKM akan bertanggungjawab pengembangan kelembagaan koperasi. ”Saya berharap tim ini bisa bekerja efektif untuk memangkas rantai pasok makanan yang terlalu panjang ini, sehingga harga di tingkat komsumen bisa lebih realistis. Ini yang kita aka rapat lagi secara maraton sampai sore. Ini bukan saja menghadapi bulan Ramadhan tapi akan seterusnya, dan saya kira pertemuan bersama empat menteri tambah BUMN ini masalahnya tata niaga pangan bisa diatasi secara baik demi kebaikan kita semua,” imbuhnya. Menkop Puspayoga menambahkan, perlu dibangun sistem sebuah sistem yang permanen untuk memangkas rantai pasokan pangan, sehingga dengan demikian stabilitas harga di pasaran bisa wujudkan. ”Koperasi pasar yang sudah berpengalaman tinggal dimanfaatkan untuk menstabilkan harga pangan ini. Koperasi pasar siap untuk itu,” ujarnya. Pemerintah menggelar rapat koordinasi ini sebagai tindaklanjut dari arahan Presiden Jokowi. Menjelang maupun sesudah lebaran harga pangan harus dikendalikan agar tidak membebankan masyarakat. Rakor ini fokus membahas pengamanan pasokan serta stabilisasi harga pangan, upaya jangka mengengah dan panjang dalam rangka memperpendek rantai pasok serta menyusun konsep struktur baru pasar pangan. (ers)  


TOPIK BERITA TERKAIT: #pangan 

Berita Terkait

IKLAN