FPI Laporkan Gudang Miras di Bulan Ramadan tetep Buka

indopos.co.id – Sekitar 20 anggota Front Pembela Islam (FPI) Kota Bekasi mendatangi Polsek Bekasi Timur. Mereka meminta gudang miras yang berada di Jalan Baru Kelurahan Durenjaya serta di wilayah Bekasi Timur segera ditutup karena masih beroperasi di Bulan Ramadan.

Menurut Ketua DPC FPI Bekasi Timur, Habib Alwi Zitun mengatakan tujuannya datang ke Polsek Bekasi Timur untuk memberikan informasi terkait keberadaan penjual maupun gudang miras yang saat ini masih marak di Kecamatan Bekasi Timur dan Kecamatan Rawalumbu yang masuk dalam wilayah Polsek Bekasi Timur.

“Kami silaturahim ketemu dengan Kapolsek dan jajarannya. Kami juga memberikan informasi perdagangan miras kepada pihak kepolisian,” ucap Alwi.

Alwi melanjutkan pihaknya meminta kepolisian agar menutup gudang miras yang masih beroperasi di Kelurahan Durenjaya. Gudang miras yang selama ini dikenal dengan sebutan Gudang Miras Roso masih melakukan penjualan secara sembunyi-sembunyi, bahkan konsumen pembelinya datang dari jauh. Dan berharap pihak kepolisian agar segera melakukan penertiban walaupun gudang miras tersebut sudah memiliki izin dari Disperindakop Kota Bekasi.

Baca Juga :

“Kami tidak mau melakukan sweeping atau bergerak sendiri, maka dari itu kami menggandeng kepolisian agar bersama-sama melakukan penertiban,” ungkap Alwi.

Mendapat pelaporan soal miras di wilayah hukumnya, Kapolsek Bekasi Timur Kompol Susgarwanto menjelaskan pihaknya tidak bisa serta merta melakukan penyitaan terhadap gudang miras tersebut, terlebih sudah memiliki izin. Tapi bila sudah melanggar dengan menjual miras di Bulan Ramadan pihaknya akan tegas melakukan penindakan sesuai maklumat Wali Kota Bekasi.

Baca Juga :

“Menurut informasi gudang tersebut sudah ada izinnya, tapi kami bisa bertindak kalau aktivitas mereka sudah melanggar aturan dengan melanggar maklumat Wali Kota Bekasi, yang melarang penjualan miras selama Ramadan,” ujar Susgar.

Susgarwanto menambahkan pihaknya akan mengajak perwakilan dari FPI Kota Bekasi untuk bersama-sama datang ke lokasi untuk melihat langsung aktivitas gudang tersebut, bila ada pelanggaran maka akan ditindak tegas. Namun, pihaknya melarang bila FPI melakukan sweeping sendiri tanpa ada komunikasi dengan kepolisian.

“Saya sudah berkoordinasi dengan teman-teman FPI nanti ada perwakilan yang akan ikut memantau langsung ke wilayah yang dianggap sudah melanggar maklumat Walikota. Tapi hanya perwakilan sekitar dua sampai tiga orang, tidak bisa semuanya ikut,” ucap Susgar.

Informasi yang beredar, gudang miras ini masih menjual botol haram meskipun di Bulan Ramadan. Konsumen yang sudah terbiasa membeli miras, maka akan mengetahui cara membelinya tanpa diketahui masyarakat sekitar, yakni dengan melalui pintu belakang di atas pukul 21.00 WIB. Tapi bila orang tersebut tidak dikenalnya maka penjual tidak akan memberikan miras tersebut. (dat)


loading...

Komentar telah ditutup.