Menagih Sambil Menghina, Debt Collector Diamuk

indopos.co.id – Agud Tani Padli (35) harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah menganiaya seorang debt collector. Penganiayaan ini dilakukan lantaran Agus tidak terima ibu kandungnya dihina oleh Atikul Rahman (29). Korban dianiaya hingga babak belur.

Itu terjadi akhir Mei lalu? ketika ibu pelaku tengah menjaga ?sebuah warung kelontong tidak jauh dari rumahnya di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Gang Swadaya, Balikpapan Kota. Tiba-tiba datang seorang debt collector sebuah koperasi simpan pinjam untuk menagih.

Baca Juga :

Crane Proyek Tol BORR Seksi IIIA Patah

Ibu tersangka membayar uang cicilan kepada korban menggunakan uang recehan hasil jualan. Bukannya diterima justru oknum debt collector balik memaki dengan kata-kata tidak senonoh.

“Ibu saya dikatai dasar orang tua tidak tau adat, cerewet bayar cicilan pakai uang recehan gak ada uang lagikah,” kata Agus menirukan ucapan korban.

Baca Juga :

Mendengar ibunya dihina, Agus yang sedang membantu mengangkat barang dagangan naik pitam dan menganiaya dengan memukul punggung korban menggunakan pipa besi. Belum puas pelaku kembali memukul korban di bagian wajah hingga berdarah-darah.

Tidak terima ?dengan perlakuan tersangka, korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Mendapatkan laporan tersebut anggota Jatanras Sat Reskrim Polres Balikpapan menangkap Agus di rumahnya pada Minggu (12/6) siang tanpa perlawanan.

Baca Juga :

Kantor Kejari Pare-pare Meledak Misterius

Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Kalfaris Triwijaya Lalo melalui Paur Subbag Humas Polres Balikpapan, Iptu D Suharto mengatakan bahwa motif pelaku melakukan penganiayaan karena kesal.

“Dia kesal melihat ibunya dihina sehingga marah dan melakukan penganiayaan,” kata Suharto.

Atas perbuatannya Polisi menjerat dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (pri/war)

Komentar telah ditutup.