Rabu, 21 November 2018 01:07 WIB
pmk

Jakarta Raya

Pemalsu Microsoft Windows Digulung

Redaktur:

Indopos.co.id - JAJARAN Unit III Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap kasus pemalsuan merk terkait pengadaan program komputer Microsoft Windows tanpa izin dari yang punya hak. Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan pihak Microsoft Windows perwakilan Indonesia kepada Polda Metro Jaya. Laporan itu menyebutkan, merk mereka dipalsukan dan produksi dari merk palsu itu dijual bebas di Ibu Kota yang dilakukan pada 16 mei 2016 lalu. Begitu pelaporan dilakukan, polisi langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya polisi berhasil membongkar aksi pemalsuan salah satu merk asal Amerika tersebut. Dijelaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Awi Setiyono, setelah menggelar penyelidikan selama 3 pekan, akhirnya polisi menemukan lokasi pembuatan program Microsoft Windows palsu tersebut. Jajaran Ditresmkrimsus Polda Metro Jaya akhirnya menggeledah dua toko, toko M dan toko V di daerah Jakarta Pusat. ”Dari penggeledahan di dua toko itu, yakni toko M dan V. Kami menyita 289 picis software Microsoft Windows bajakan siap edar, dan 30 lembar stiker lisensi (COA) yang digunakan untuk program Windows, dan satu lembar bon pembelian,” ujarnya Awi di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/6). Dia menambahkan, dari kedua toko ditemukan bukti adanya perdagangan yakni penjualan kepingan program software yang terekam pada komputer dan peralatan transmisi termasuk berbagai macam aksesoris seperti COA (key), dan stiker lisensi palsu berlogo Microsoft. ”Padahal mereka membuat stiker dan logo itu tanpa seizin pemegang merek terdaftar yang artinya palsu,” ungkap Awi juga. Ditegaskannya pula, dari kedua toko itu pihaknya menangkap dua orang yang langsung ditetapkan sebagai tersangka karena tertangkap tangan, keduanya berinisial FY dan F yang merupakan pemilik kedua toko itu. ”FY, selaku penanggung jawab Toko M yang memperdagangkan program software Microsoft Windows dan stiker lisensi COA (key) Windows yang palsu dengan cara menjual melalui online kaskus.co.id, yang pembayarannya melalui transfer, lalu barang dikirim via paket JNE,” kata Awi. Sedangkan F, lanjut Awi ditangkap karena F adalah pemilik Toko V,. F terbukti memperdagangkan kepingan CD software Microsoft Windows tersebut kepada konsumen yang datang langsung ke tokonya. ”Dari pengakuan kedua tersangka ini. mereka sudah setahun terakhir ini memperdagangkan merek program Microsoft Windows bajakan. Harga resmi program Microsoft Windows satu keping CD-nya Rp 2,5 juta. Tapi mereka menjualnya Rp 500 ribu sampai Rp 750 ribu,” paparnya lagi. Laba bersih para pemalsu itu masing-masing mencapai Rp 50 juta per bulan atau setidaknya keuntungan Rp 600 juta dalam setahun terakhir. Ditegaskan Awi pula, kedua pelaku yang sudah ditahan itu dijerat Pasal 94 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek dengan pidana kurungan satu tahun atau denda paling banyak Rp 200 juta. Sementara itu, Kanit III Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Faisal mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus ini. ”Orang-orang dibelakang kedua tersangka ini, atau pemodalnya masih dalam pengejaran kami. Karena dari hasil penyidikan diketahui kalau kedua tersangka hanya pengedarnya saja,” terangnya. (ind)

TOPIK BERITA TERKAIT: #kriminal 

Berita Terkait

Dugaan Aksi Koboi Petugas Transjakarta Dikecam

Jakarta Raya

Mayat Bugil Dalam Tong Gegerkan Warga Bogor

Megapolitan

Preman Uzur Gagahi Siswi SMP hingga Hamil

Megapolitan

Motif Kesal Dihina, Linggis Masih Dicari

Headline

Waspada, Penculikan Modus Hipnotis Anak Marak

Megapolitan

IKLAN