Polisi Diminta Usut Tuntas Kematian Jalil

Redaktur:
Polisi Diminta Usut Tuntas Kematian Jalil -

indopos.co.id - Ratusan massa dari berbagai elemen, bersatu melakukan aksi solidaritas, kemarin (13/6). Mereka mendesak Kapolda Sultra, Brigjen Pol Agung Sabar Santoso untuk mengusut tuntas kasus kematian Abdul Jalil. Massa yang melakukan aksi merupakan gabungan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) dan solidaritas masyarakat Tobimeita Kecamatan Abeli. Abdul Jalil meninggal dunia saat ditangkap oleh tim Buser dan Intelkam Polres Kendari, 6 Juni lalu. Berbagai kejanggalan pun dibeber massa saat menyampaikan orasinya. Aksi unjuk rasa tersebut dimulai di MTQ Square kemudian massa bergerak ke Kanwil Kemenkumham Sultra. Setelah itu, mereka melakukan orasi di Mapolres Kendari dan melanjutkan aksinya di Mapolda Sultra. Di Kanwil Kemenkumham Sultra, massa meminta keterlibatan Kementerian Hukum dan HAM Sultra mengawal proses pengusutan kasus kematian Abdul Jalil Arkam alias Jalil. Kasus yang menimpa honorer BNNP Sultra itu dianggap sebuah pelanggaran HAM. Massa diterima oleh Kepala Bidang HAM Kanwil Kemenkumham Sultra, Sunyoto. Ia siap mengawal kasus Jalil dan berjanji akan melakukan pengusutan jika terbukti ada pelanggaran HAM. "Kasus tersebut harus diproses secara serius. Sesuai undang-undang nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, tindakan kekerasan yang bentuknya penganiayaan merupakan bentuk pelanggaran HAM. Tapi, kami akan kordinasikan dulu dengan Polda Sultra," katanya. Usai dari Kanwil Kemenkumham, massa mendatangi Mapolres Kendari. Kedatangan mereka disambut dengan barikade polisi. Mereka tak diizinkan masuk ke Mapolres Kendari. Aksi saling dorong pun sempat terjadi beberapa saat. Namun, melihat kondisi tersebut, massa memilih meninggalkan Mapolres Kendari dan mereka melanjutkan aksinya di Mapolda Sultra. Kedatangan massa pun disambut oleh pihak Polda dengan barikade yang terdiri dari tiga lapis Satuan Dalmas. Mereka dilengkapi tameng dan pemukul. Lapisan kedua disiapkan empat anjing terlatih, ada pula motor Reymas dan satu unit mobil water canon. Massa yang datang tertahan dengan barikade polisi. Demonstran mendesak menemui Kapolda Sultra Brigjen Pol Agung Sabar Santoso. Namun, mereka harus terhenti dengan lapisan barikade Bhayangkara yang telah disiapkan. Aksi saling dorong antara demonstran dengan barikade polisi sempat terjadi. Massa sempat melemparkan petasan kepada barisan polisi. Sikap tersebut memicu polisi melepaskan beberappa tembakan ke udara. Bahkan, polisi menembakkan gas air mata ke kerumunan massa. Demonstran pun berhamburan, namun melakukan perlawanan melempar polisi dengan batu. Mobil water canon digunakan memburai massa. Untuk melerai bentrok tersebut, salah seorang keluarga Abdul Jalil mendatangi barisan polisi meminta tidak adanya aksi saling lempar. "Sudah saudaraku, kami di sini datang untuk melakukan aksi damai, bukan anarkis. Dan kami minta kepada pihak Kepolisian untuk segera memfasilitasi kami bertemu dengan Kapolda Sultra atau yang mewakili kalau memang Kapolda tidak ada di tempat," pintanya.(p12/p5/p2/b)

TAGS

Berita Terkait

Internasional / Korban Tewas Bom Sri Lanka Jadi 156 Orang

Banten Raya / Tenggak Hajar Aswad, Pengunjung FM3 Tewas

Daerah / Dana Taktis Tak Cukup Tangani Jalan Longsor

Daerah / Jalan Desa Terseret Longsor

Banten Raya / Heboh, Penemuan Mayat Menggantung di Jaura Lebak

Internasional / Penyelamatan Viking Sky Diteror Badai


Baca Juga !.