Fokus

Kematian Abdul Jalil, Ditreskrimum Periksa 13 Personel

Redaktur:
Kematian Abdul Jalil, Ditreskrimum Periksa 13 Personel - Fokus

indopos.co.id - Polda Sultra memiliki tanggung jawab besar dalam menuntaskan perkara kematian Abdul Jalil. Target operasi (TO) Buser dan Intelkam Polres Kendari yang tewas saat penangkapan itu mulai diusut baik perkara pidananya maupun pelanggaran kode etiknya. Ditreskrimum Polda Sultra sudah melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang terkait kasus tersebut. Sementara, Propam Polda Sultra juga telah mengintrogasi 23 personel Polres Kendari baik yang terlibat maupun mengetahui kejadian itu. Wadirreskrimum Polda Sultra AKBP Ilham Saparonah mengungkapkan, menindaklanjuti kasus kematian Jalil, pihaknya telah meminta keterangan dari pelapor yakni ibu korban bernama Rahmatia. Selain itu, ada 13 personel Polres Kendari juga telah diperiksa. "Saya sangat perihatin dengan kejadian ini. Kami berjanji, kasus ini akan diusut tuntas. Saya juga meminta agar kasus ini terus dikawal sampai ada yang terbukti bersalah. Hari ini (kemarin, red), sebenarnya kami agendakan untuk meminta keterangan dari keluarga korban, tapi ada aksi unjuk rasa sehingga kami undur dan akan membuat agenda baru secepatnya," ungkap AKBP Ilham Saparonah. Mantan Kapolresta Kendari ini menambahkan, guna melengkapi penyelidikan, pihaknya akan melakukan otopsi terhadap jasad Jalil. Itupun jika keluarga korban menyetujuinya. Otopsi itu dilakukan untuk mengetahui dengan jelas penyebab kematian Jalil. "Akan ada evaluasi. Apapun posisi almarhum, mau dia pelaku kriminal atau tidak, harus ada keadilan. Siapa yang menghilangkan nyawa itu harus bertanggung jawab dan harus diproses hukum," katanya. Kabid Propam Polda Sultra AKBP Agung Adi Koerniawan membenarkan adanya kesalahan yang dilakukan Polisi dalam penangkapan yang menyebabkan kematian Jalil. "Ada kesalahan. Kami sedang selidiki siapa-siapa yang terlibat. Bila terbukti, mereka akan menjalani sidang kode etik. Soal sanksi yang akan diberikan, itu tergantung tingkat kesalahan yang dilakukan," katanya. Sejak hari Rabu (8/6), keluarga Jalil melaporkan perkara tersebut. "Kami telah memeriksa 23 anggota (polisi) sebagai saksi. Masih terperiksa. Semua anggota yang kami periksa mendukung proses penyelidikan dan bisa jadi akan bertambah lagi saksi yang diperiksa. Untuk sidang kode etik menunggu selesai pidana umumnya," katanya. Jika dalam proses penyelidikan Ditreskrimum Polda Sultra, kata dia, terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan personel Polres Kendari, mereka terbukti melanggar hukum dan disanksi melalui pengadilan umum, maka akan menjadi pertimbangan memberatkan dalam sidang kode etik nantinya. Semakin besar sanksi pidananya, semakin berat pula sanksi kode etiknya. (p2/b)

TAGS

Berita Terkait

Megapolitan / Staf PN Urunan Bangun Musala

Jakarta Raya / Aksi Penangkapan Ular Sanca

Megapolitan / Rem Blong, Truk Hajar Tiga Rumah Warga

Banten Raya / Proyek Jembatan Tangerang-Serang Roboh

Megapolitan / Bocah Tewas Terseret Arus Sungai Cileungsi


Baca Juga !.