Kamis, 15 November 2018 01:06 WIB
pmk

Politik

Persatuan Bangsa Semakin Lemah, Jauh dari Nilai-Nilai Musyawarah

Redaktur:

indopos.co.id - Sosialisasi Empat Pilar bertujuan agar rakyat Indonesia memahami arti dan keberadaan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Inilah yang terus digelorakan oleh  Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). Menurut Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, hal itu mengingat nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana yang diinginkan oleh para pendiri negeri ini saat merebut kemerdekaan mulai luntur. Realita kehidupan di negeri yang sudah merasakan reformasi selama 18 tahun ini pun, kata Zulkifli, bisa disimpulkan dari hasil survei jajak pendapat masyarakat yang dilakukan oleh salah satu media nasional pada awal Juni ini terkait arti Pancasila. Ada pertanyaan apa semakin kuat atau semakin lemah persatuan bangsa ini? Jawaban yang menyatakan semakin kuat sebanyak 7 persen. Jawaban yang menyatakan semakin lemah sebanyak 60,7 persen. Dan yang tidak tahu menjawab 32 persen. "Dari survei tersebut menunjukkan persatuan bangsa semakin lemah setelah 18 tahun reformasi," ujar Zulkifli saat memulai Sosialisasi Empat Pilar kepada ratusan anggota Persatuan Islam (Persis), pelajar, serta unsur masyarakat lainnya di Aulia Hall Center,  Tasikmalaya, Jawa Barat, kemarin (12/6). Dalam sosialisasi sekaligus Safari Kebangsaan Merajut Kebhinekaan (Sabang Merauke) edisi Ramadan ini, Zulkfili juga mengungkapkan pertanyaan lain yang ada di dalam survei tersebut perihal semakin kuat atau semakin lemah pengambilan keputusan yang diambil secara musyawarah. Jawaban yang mengatakan semakin kuat sebanyak 1, 6 persen. Menjawab semakin lemah sebanyak 98,4 persen. "Ini juga bisa disimpulkan bahwa masyarakat semakin jauh dari nilai-nilai musyawarah," ujarnya.. Dalam survei itu juga ditanyakan semakin kuat atau semakin lemah sikap mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi? Survei menunjukkan yang semakin kuat menjawab sebanyak 5,9 persen. Menjawan semakin lemah sebanyak 75 persen. Zulkifli Hasan lebih jauh mengatakan, dalam survei itu juga ada pertanyaan, sudahkah Sila V, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia diimplementasikan?  Menjawab sudah sebanyak 7,5 persen. Yang menjawab belum sebanyak 92,5 persen. Ada lagi pertanyaan yang menyebut apakah peran presiden, menteri, gubernur, bupati, camat, dan kepala desa sudah memadai? Yang menjawab sudah sebanyak 5,4 persen. Belum memadai sebanyak 94,6 persen. Dari semua survei tadi, Zulkifli Hasan menyimpulkan, bahwa bangsa ini mengalami kerapuhan dan kemerosotan dalam masalah etika berbangsa dan bernegara dalam segala dimensi. "Artinya kita sudah jauh dari nilai-nilai luhur yang ditinggalkan oleh pendiri bangsa," ujarnya. Dari survei tersebut tak heran bila terjadi kesenjangan sosial, kaya-miskin, Jawa dan luar Jawa. "Inilah yang harus kita renungkan," ucapnya. Dari fakta di atas, ucap Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini, tak heran bila Bank Dunia menyebut 1 persen orang Indonesia menguasai 53 persen kekayaan yang ada di Indonesia. Menghadapi hal yang demikian, dia menegaskan kita tak perlu marah pada orang kaya dan partai politik. Marah-marah tak akan menyelesaikan masalah. Karena solusinya adalah bagaimana dimulai dari diri sendiri. "Caranya dengan meraih pendidikan setinggi-tingginya dan bekerja lebih keras dengan etos kerja yang kuat untuk bisa sejahtera. Karena dikatakan bahwa Tuhan tidak mengubah nasib suatu kaum bila kaum tidak mengubah nasibnya sendiri," imbaunya. Namun dari itu, untuk mewujudkan rakyat sejahtera, lanjut Zulkfili, diperlukan kehadiran negara. Yakni bagaimana memberikan hak yang sama terhadap seluruh rakyat. Bukan kepada golongan atau para cukong.  "Untuk mewujudkan keadilan sosial, harusnya kebijakan itu untuk rakyat. Jangankan pejabat, baik yang di pusat maupun daerah serta anggota DPR/DPRD berpihak kepada para pemilik modal, khususnya yang telah membantu pemenangannya di dalam pemilu," selorohnya. "Karena inilah esensi dari kita memahami Pancasila bukan dihapalkan," pungkasnya,  yang kemudian disambut tepuk tangan dari seluruh peserta sosialisasi. Tidak hanya menyambangi anggota Persis, perjalanan kegiatan Sabang Merauke di wilayah Tasikmalaya ini, Zulkifli Hasan juga memberikan ceramah Empat Pilar kepada ribuan buruh yang bekerja di perusahaan Bina Kayu Lestari serta ribuan santri Pondok Pesantren KH Zainul Musthafa Sukamanah. (dil)  

TOPIK BERITA TERKAIT: #politik 

Berita Terkait

IKLAN