Senin, 24 September 2018 04:49 WIB
pmk

Politik

MPR: Buka Perbatasan Sambas

Redaktur:

indopos.co.id - Perbatasan antara Kabupaten Sambas, Kalimantan Timur, dengan Serawak di Malaysia harus secepatnya dibuka oleh pemerintah. Tujuannya untuk memberikan pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih baik serta kian memajukan daerah. Hal itu dilayangkan Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (Oso) usai menghadiri pelantikan Bupati/Wakil Bupati Sambas, Senin (13/6). Menurut Oso, sapaan akrab Oesman Sapta Odang, sudah tidak adalagi regulasi pemerintah yang menghambat investasi daerah. Namun, untuk di Provinsi Kalimatan Barat (Kalbar) ada hal yang masuk kategori urgensi (penting). “Yang saya konsern adalah perbatasan. Jadi perbatasan Sambas dengan Serawak itu harus segera dibuka,” ungkapnya kepada wartawan di Komplek Gubernuran Kalbar, Pontianak. Efeknya, sambung Senator daerah pemilihan (dapil) Kalbar itu, memberikan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi. Karena, terjadi timbal balik antara Indonesia dengan Malaysia khususnya daerah Sambas-Serawak. Sejatinya, sebut Oso, seluruh faktor penunjang dari mulai akses seperti jalan semua sudah beres. Hanya tinggal pemerintah untuk membuka perbatasannya saja. “Semua sudah beres dan diharapkan segera dibuka. Jadi supaya ada kompetitor dengan Entikong (daerah di Kalbar yang letah maju pesat, red). Bila perbatasan dibuka biar semuanya maju, yang dibatas batasnya harus pula berkembang,” paparnya. Disinggung soal potensi di Sambas? Oso mengaku banyak sekali. Menurutnya, Sambas itu salah satu potensi paling besar di Kalbar, mulai dari pelabuhannya, ikan serta hasil lahannya yang luar biasa. Oleh sebab itu, Oso menambahkan, dukungannya terhadap pasangan Atbah Romin Suhaili dan Hairiyah yang akan memimpin Kabupaten Sambas lima tahun ke depan. “Bupati terpilih ini adalah orang yang rendah hati, simpatik dan kuat agamanya. Harapan kita tentu ada perubahan, ada kemakmuran masyarakat. Insya Allah minimal pendidikan agama berkembang di situ, sehingga moral masyarakat ke depan jauh lebih baik dari yang sudah-sudah,” tutur Oso. (jpnn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #politik 

Berita Terkait

IKLAN