Jakarta Raya

Pemprov DKI Gencar Razia Makanan Berbahaya

Redaktur:
Pemprov DKI Gencar Razia Makanan Berbahaya - Jakarta Raya

Indopos.co.id- Selama bulan suci Ramadan tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan mengobrak-abrik rumah makan yang nekat membuka usahanya siang hari untuk menghormati orang yang tengah berpuasa seperti yang terjadi di Kota Serang, Banten. Sebaliknya, Pemprov DKI memilih untuk menggelar razia makanan yang mengandung zat berbahaya yang dijual oleh pedagang nakal untuk meraup keuntungan. Apalagi, makanan yang mengandung zat berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin dan lainnya. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyebutkan pihaknya sudah menyita sejumlah makanan berformalin dan kedaluwarsa yang beredar di pasar-pasar yang ada di Ibu Kota. Penyitaan makanan tak layak itu berkat kerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI dengan sejumlah SKPD (satuan kerja perangkat daerah). ”Kami (banyak) sita makanan tak layak, sekarang kami sudah ajarin (pedagang). Dulu kan kami terlalu lunak, kalau ketemu dikasih peringatan, kami tinggal (para pedagang) itu jualan lagi,” ujar Basuki di Balai Kota, Selasa (14/6). Tapi dalam razia makanan tak sehat yang digelar selama Ramadan ini, pihaknya menyiapkan formulir yang nanti wajib diisi oleh pedagang yang diketahui menjual makanan mengandung zat berbahaya. Di formulir itu dituliskan, pedagang yang menjual makanan berzat berhaya mau digugat Pemprov DKI ke persidangan atau dagangannya disita. Jika para pedagang memilih disita, maka pihaknya akan langsung menghancurkan dagangannya tersebut. Namun jika pilih digugat, maka pihaknya akan memproses gugatan melalui kepolisian hingga ke persidangan. ”Jadi sekarang sudah lebih baik, makanya sekarang (temuan makanan berformalin) sudah turun. Hasil temuan BPOM itu, bulan puasa ini hanya belasan persen saja. Kalau dulu sekitar 20-an persen. Jadi sudah lebih baik,” pungkas juga gubernur yang akrab disapa Ahok itu. Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DKI Jakarta, Darjamuni mengatakan, pihaknya ingin menjadikan seluruh pasar tradisional di lima wilayah DKI Jakarta sebagai pasar yang menjual produk sehat dan bebas zat berbahaya utamanya bebas formalin. ”Pasar bebas formalin itu rencananya dicanangkan di lima pasar tradisional yang ada di setiap wilayah dengan berkoordinasi bersama PD Pasar Jaya yang merupakan BUMD DKI. Saya targetkan, kelima pasar itu di satu wilayah dapat menjual produk yang bebas dari formalin dan bahan berbahaya lainnya,” paparnya. Pencanangan pasar bebas formalin dan produk berbahaya itu akan diterapkan secara bertahap di seluruh pasar tradisional di Jakarta. Sebagai tahap awal, satu wilayah ditargetkan memiliki lima pasar tradisional bebas formalin. Selain berkomunikasi dengan PD Pasar Jaya, ujar Darjamuni, pihaknya juga akan menggandeng BPOM DKI Jakarta. Tugasnya BPOM adalah mengawasi produk dan komoditi yang dijual para pedagang di pasar tradisional yang dipilih sebagai percontohan tersebut. ”Kita akan awasi semua produk-produk dan komoditi di pasar-pasar, baik itu peternakan, perikanan dan sayuran. Apakah ada sayur mengandung pestisida, ikan atau ayam mengandung formalin. Itu yang jadi target pengawasan kita,” ungkapnya juga. (dni) Dampak Makanan Mengandung Zat Berbahaya (Formalin, Boraks dan Rhodamine B)
  1. Iritasi Mata
  2. Iritasi Saluran Pernafasan
  3. Membuat Mual
  4. Kulit Kemerahan
  5. Kerusakan Organ Pencernaan
  6. Gangguan Menstruasi
  7. Kanker Hidung
  8. Menyebabkan Diare
  9. Susah Tidur
  10. Kanker Otak
  11. Mengganggu Proses Pertumbuhan
  12. Kanker Paru-Paru
  13. Sakit Kepala
  14. Membuat Organ Tubuh Rusak
15.  Rasa Gatal 

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / RSUD Koja Sediakan Aplikasi untuk Lansia dan Disabilitas

Lifestyle / Jokowi Bagi Resep Bugar dengan Jamu

Lifestyle / Pilih Telur Ayam yang Aman, Coba Pahami ini

Lifestyle / Solusi Diet Tepat dan Hidup Sehat

Lifestyle / Waspada Cegukan Berlebih, Pertanda Penyakit Serius

Nasional / Kebakaran Hutan di Kalteng Meluas


Baca Juga !.