Headline

Kejahatan Seksual Masih Marak, Kinerja Satgas PPA Dipertanyakan

Redaktur:
Kejahatan Seksual Masih Marak, Kinerja Satgas PPA Dipertanyakan - Headline

indopos.co.id - Pemerintah harus lebih serius dengan kejahatan seksual perempuan dan anak di Sulut. Pasalnya, saat ini sudah dalam kondisi darurat. Berdasarkan data LSM Swara Parangpuang (Swapar), sejak Januari 2015-Mei 2016, tercatat 350 kasus kekerasan pada perempuan. Mencengangkan lagi, sebanyak 77 persen atau sekira 268 kasus adalah korban kekerasan seksual. Sisanya, kekerasan fisik dan penelantaran. Lebih memiriskan lagi, 207 korban merupakan anak-anak dan remaja dengan usia mulai 6 hingga 18 tahun. Karenanya, Keberadaan Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang dicetuskan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, beberapa waktu lalu, dipertanyakan kinerjanya. Seakan tak bergerak menangani kasus kejahatan ini. “Kami meminta pemerintah melalui instansi terkait seperti, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA), untuk lebih serius dalam menangani kasus asusila terhadap perempuan," kata Direktur Swapar Sitti Nurlaili Djenaan. Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulut Erny Tumundo mengatakan, Satgas di Sulut saat ini masih belum dibentuk karena masih menunggu petunjuk dari kementerian. "Saat ini kita memang ada dua orang Satgas asal Sulut yang dilatih dari kementerian. Mereka yang sekarang ini melaksanakan tugas. Untuk Satgas di provinsi belum," bebernya. Namun, terkait dengan tingginya kasus kejahatan seksual ini, Ia mengatakan, Satgas terus bekerja. "Mereka tidak diam saja. Mereka bekerja juga dalam mendampingi kasus-kasus kejahatan ini. Tapi, baru dua orang Satgas. Untuk pembentukan di provinsi tunggu petunjuk kementerian. Dan, disesuaikan dengan anggaran. Apakah ada anggaran atau tidak," tukasnya. Walau begitu, tambahnya, kerja-kerja terkait penanganan perkara kekerasan tetap dijalankan. "Melalui P2TP2A, kita selalu melakukan penanganan masalah kekerasan, serta mendampingi kasus-kasus," ungkapnya.(tr-05/tan)

TAGS

Berita Terkait

Banten Raya / Tenggak Hajar Aswad, Pengunjung FM3 Tewas

Daerah / Dana Taktis Tak Cukup Tangani Jalan Longsor

Daerah / Jalan Desa Terseret Longsor

Banten Raya / Heboh, Penemuan Mayat Menggantung di Jaura Lebak

Internasional / Penyelamatan Viking Sky Diteror Badai

Megapolitan / Setelah Kebakaran, Inventarisasi Pedagang


Baca Juga !.