Selasa, 20 November 2018 07:19 WIB
pmk

Politik

Giliran Michael Wattimena Diperiksa KPK

Redaktur:

indopos.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus dugaan suap proyek ijon infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang melibatkan sejumlah anggota DPR yang duduk di Komisi V. Setelah sehari sebelumnya meminta keterangan dari 6 anggota komisi, kali ini yang mendapat panggilan adalah Wakil Ketua Komisi V DPR Michael Wattimena. “Ada dugaan aliran uang ke dia (Michael Wattimena), itu yang ditanyakan ke dia,” ujar Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, kemarin (14/6/2016). Michael Wattimena diperiksa untuk tersangka Amran H Mustari selaku Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah IX untuk Maluku dan Maluku Utara. Sebelumnya Wattimena pernah diperiksa juga sebagai saksi pada tannggal 13 April lalu. Usai diperiksa, Michael Wattimena membantah dugaan suap tersebut. “Oh nggak ada,” ujarnya usai jalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, kemarin (14/6). Dia mengaku dicecar penyidik KPK dengan 25 pertanyaan terkait proyek pembangunan jalan di Maluku. “Ya ini kan menyangkut apa namanya masalah jalan di Maluku. Kita sudah memberikan keterangan,” ujar Wattimena. Sebelumnya anggota Komisi V DPR RI Damayanti di persidangan PN Tipikor yang merupakan salah satu tersangka pernah mengungkap ada sistem bagi-bagi fee. Wattimena membantah adanya sistem bagi-bagi fee proyek di komisinya. “Kalo sistem kan berarti itu ada di undang-undang. Itu kalo kita bicara sistem ya,” tambah pria berkumis ini. Sehari sebelumnya, 6 orang anggota DPR RI dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas kasus tersebut. Keenam anggota DPR RI tersebut adalah A Bakrie HM dari Fraksi PAN, M Toha dari Fraksi PKB, Lasarus dari Fraksi PDIP, serta 3 anggota dewan lainnya dari Fraksi PKB yaitu Musa Zainudin, Fathan, dan Alamudin Dimyati Rois. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Amran HI Mustary selaku Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah IX untuk Maluku dan Maluku Utara. Selain keenamnya, penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap Andi Taufan Tiro selaku anggota DPR RI dari Fraksi PAN. Andi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. KPK menetapkan Andi dan Amran sebagai tersangka kasus tersebut di hari yang sama yaitu 27 April 2016. Penetapan tersangka terhadap keduanya merupakan pengembangan kasus yang sebelumnya telah menjerat Damayanti Wisnu Putranti dan Budi Supriyanto. (dil)

TOPIK BERITA TERKAIT: #kpk 

Berita Terkait

IKLAN