Bosch Kuatkan Posisi di Indonesia, Kinerja Bisnis Diharapkan Kembali Stabil

indopos.co.id – Bosch, mengakhiri tahun fiskal 2015 di Indonesia dengan nilai penjualan terkonsolidasi sebesar 1,2 triliun rupiah (81 juta euro). Setelah mengalami pertumbuhan penjualan dua digit yang signifikan – melebihi 40 persen pada 2014, nilai penjualan 2015 mengalami penurunan. Kondisi ini disebabkan oleh one-off effect pada sektor Mobility Solutions di 2014 lalu serta perkembangan ekonomi saat ini.

“Meski kondisi ekonomi berjalan kurang dinamis, kami tetap yakin pada kelangsungan bisnis kami di Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Meningkatnya daya beli akan memberikan kesempatan kepada Bosch untuk terus bertumbuh, terutama pada bisnis otomotif, security systems, dan power tools,” jelas Dr. Ralf von Baer, Managing Director Bosch di Indonesia, Kamis (16/6).

Jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh Bosch di Indonesia saat ini lebih dari 220 orang per 31 Desember 2015. Jumlah tersebut termasuk karyawan dari beberapa perusahaan non-konsolidasi.

Bosch perluas keberadaannya di Indonesia

Baca Juga :

Kolaborasi Kredivo dan Permata Bank

Bosch terus memperkuat posisinya di Indonesia. “Sebagai dukungan untuk menguatkan aktivitas usaha para konsumen, kami memperluas jangkauan bisnis Bosch dengan membuka kantor penjualan dan pelayanan baru di Palembang, Sumatera Selatan, pada Juni 2016. Melalui langkah ini, kami menjadi lebih dekat dan lebih responsif terhadap kebutuhan mereka,” tambah Dr. von Baer.

Kantor Palembang akan menjadi sentra bagi divisi bisnis Drive and Control yang hadir untuk menjawab peluang industri pertambangan dan pengolahan di wilayah tersebut. Divisi ini menyediakan komponen inovatif, solusi dan layanan sistem yang komplet, yang tersedia dalam portofolio sistem hidrolik hemat energi, electric drives and control, serta teknologi pemandu gerak dan perakitan dari Bosch.

Baca Juga :

Termasuk kantor penjualan baru di Palembang, Bosch secara total telah mengoperasikan tujuh kantor penjualan di Indonesia, dan diwakili oleh keempat sektor bisnis: Mobility Solutions, Industrial Technology, Consumer Goods, dan Energy and Building Technology. Pabrik manufaktur lokal Bosch untuk komponen otomotif, yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, telah memulai produksinya sejak Juni 2014. Menyesuaikan dengan permintaan konsumen lokal, perusahaan bermaksud melakukan pengembangan lebih lanjut pada pabrik tersebut di tahun-tahun mendatang.

Teknologi dan layanan Bosch mendukung sebuah perubahan di Indonesia
Perusahaan telah menawarkan beragam teknologi dan layanan yang inovatif dan dapat diandalkan di Indonesia. Beberapa di antaranya, solusi yang dirancang untuk memperpanjang masa pakai dan mendukung performa kendaraan – seperti Advantage Wiper dari divis Automotive Aftermarket. Contoh lain, bor tanpa kabel dari divisi Power Tools, dan oven seri 8 dari BSH (divisi peralatan rumah tangga).

“Melalui jajaran produk kami yang dihadirkan sebagai ‘teknologi untuk kehidupan’ (atau ‘invented for life’), kami turut mendukung sebuah perubahan di Indonesia,” ujar Ralf von Baer.

Prospek bisnis Grup Bosch pada 2016

Berdasarkan hasil kinerja 2015, Grup Bosch bertekad meneruskan tren pertumbuhannya tahun ini. Perusahaan penyedia teknologi dan layanan global terkemuka ini menargetkan pertumbuhan nilai penjualan global sebesar 3 hingga 5 persen (dalam nilai tukar yang telah disesuaikan) selama 2016.

Dalam konferensi pers tahunan Bosch yang berlangsung di Jerman, CEO Grup Bosch Volkmar Denner mengatakan, pihaknya berencana untuk terus berkembang, tidak hanya melalui penciptaan produk-produk inovatif, tetapi juga pada penyediaan layanan yang inovatif.

“Dalam bisnis konektivitas, Bosch berfokus pada “3S”: sensor, software, dan service. Perusahaan semakin banyak menerapkan layanan terkoneksi untuk membangun fondasi yang luas dalam bisnis hardware,” kata dia.

Dengan demikian, Bosch tidak hanya mendapatkan keuntungan dari diversifikasi teknologi, tetapi juga dari beragamnya sektor industri dan bidang keahlian yang dikuasai. Divisi Bosch Global Service Solutions yang baru dibentuk, Bosch IoT Cloud yang didirikan beberapa waktu lalu, serta Bosch Smart Home System, yang diluncurkan di awal 2016 kemarin, turut memberikan kontribusi pada pelaksanaan strategi ini.

Di Asia Pasifik, penjualan Grup Bosch selama 2015 mengalami peningkatan dengan nilai total 285,5 triliun rupiah (19,2 miliar euro) sehingga mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 17 persen (selisih 2,8 persen setelah penyesuaian nilai tukar). Nilai tersebut menyumbangkan 27 persen dari total pendapatan penjualan Bosch secara global dan menyamai pencapaian penjualan wilayah Asia Pasifik pada tahun sebelumnya (2014). (rmn)


loading...

Komentar telah ditutup.