Menpora Masih Harapkan Bulutangkis di Olimpiade

Indopos.co.id– Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendukung atlet Indonesia menuju Olimpiade 2016. Seperti yang diperlihatkan Menpora, Imam Nahrawi dengan memulai road show ke cabor bulu tangkis di sentra pembinaan dan pelatihan PP PBSI Cipayung kemarin (17/6). Road show yang dilakukan kemarin semata untuk melihat kesiapan pahlawan olahraga menuju ajang multievent empat tahunan itu. Imam pun tidak ragu menyebut bulu tangkis masih menjadi andalan Indonesia dalam upaya mendulang medali emas.

“Kami berharap semua proses ini bisa mendukung atlet bulu tangkis dan cabor yang lain untuk melanjutkan kembali tradisi medali emas di Olimpiade,” urai Imam kepada wartawan. Semangat yang ditunjukkan Imam kemarin rupanya menjadi suntikan semangat tersendiri buat pebulu tangkis Cipayung.

Baca Juga :

PABSI Bantu Selesaikan Masalah Deni

Terlebih lagi, Imam menggaransi tiket bisnis buat atlet Indonesia yang direncanakan berangkat 27 Juli mendatang. Selain itu rencana peningkatan bonus dari edisi terakhir 2012. Kala itu, kontingen Indonesia hanya gagal membawa medali emas di Olimpiade London.

Tercatat medali perak dipersembahkan Triyatno dan Eko Yuli Irawan (perunggu). Eko mendapatkan Rp 200 juta, lalu Triyatno mengantongi bonus sebesar Rp. 400 Juta. Sedangkan medali emas saat itu diganjar Rp 1 miliar. Sayangnya tidak ada satu atlet Indonesia yang sanggup mendapatkannya. Jumlah itu bakal meningkat 5 kali lipat tahun ini. Peraih emas bakal diganjar Rp 5 m, perak Rp 2 m, sedangkan perunggu Rp 1 miliar.

Baca Juga :

Bulu tangkis memang masih mengandalkan sektor ganda untuk bisa bicara banyak di Olimpiade. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi tumpuan di ganda campuran. Sedangkan ganda putri masih ada Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Kemudian Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di sektor ganda putra. Tetapi, perkembangan mereka belum memperlihatkan situasi positif. Owi/Butet-sapaan Tontowi/Liliyana-misalnya. Mereka masih mengalami masalah komunikasi yang menghambat laju keduanya di Indonesia Open dan Australi Open 2016.

Butet mengaku olimpiade kali ini bisa jadi olimpiade yang terakhir kalinya buat dia. “Satu kata buat olimpiade, Emas!,” katanya. Ini mengacu prestasi dia selama ini yang belum mampu meraih medali emas di ajang empat tahunan itu. Terakhir kali, dia meraih medali perak saat masih berpartner dengan Nova Widianto.

Baca Juga :

Hoki Jadwalkan Try Out ke Belanda

Prestasi dia empat tahun lalu di London hanya mentok sebagai semifinalis. “Kami mencoba flashback ke belakang,” katanya. Bersama Owi dan Pelatih mereka, Richard Mainaky, Butet mencoba mencari solusi untuk masalah komunikasi di lapangan. Dia yakin dua bulan kedepan bisa kembali menemukan ritme permainan bersama Owi.

Sementara itu, Richard menerangkan bahwa dia sudah menyiapkan timeline persiapan. “Masalah komunikasi itu jadi salah satu perhatian kami selain menggejot fisik mereka,” sebutnya. (bam)


loading...

Komentar telah ditutup.