Optimistis Dongkrak Produksi CPO

indopos.co.id – Emiten perkebunan PT Eagle High Plantations (BWPT) optimistis mengejar target produksi crude palm oil (CPO) naik 6 persen. Maklum, 75 persen usia tanam masuk fase panen. Produktivitas tandan buah segar (TBS) juga diprediksi meningkat.

Tren produksi perseroan mengikuti tren pertumbuhan eksponensial. Fase hujan dan La Nina akan berakhir dan dipastikan produksi akan naik. Lonjakan itu juga akan meningkatkan arus kas. ”Perbaikan harga CPO akan berdampak positif terhadap kinerja  perusahaan,” tutur Sekretaris Perusahaan Eagle High Plantation Rudy Suhendra di Jakarta kemarin.

Baca Juga :

Kolaborasi Kredivo dan Permata Bank

Pada kuartal pertama, harga jual mulai meningkat. Kondisi itu berbanding terbalik dengan kondisi tahun sebelumnya. Di penghujung tahun lalu, area tanam perusahaan telah melebihi 150 ribu hektar (ha). Saat ini, kapasitas pabrik mencapai 2,3 juta ton TBS per tahun. Tahun ini, perusahaan akan mengurangi pengembangan lahan cadangan untuk menghemat modal.

Dengan begitu, alokasi dana bisa dialihkan untuk proyek peningkatan kapasitas pabrik. Sepanjang tahun ini, perusahaan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) senilai Rp 400-500 miliar. Pada kuartal pertama tahun ini capex telah terserap 25 persen. Angka itu sebagian untuk pembangunan pabrik di Kalimantan Barat (Kalbar). ”Pabrik itu kalau tak ada hambatan akan beroperasi kuartal empat tahun ini,” jelas Rudy.

Baca Juga :

Secara keseluruhan alokasi capex untuk pembangunan dua pabrik di Kalbar dan Papua. Masing-masing pabrik akan dipersenjatai kapasitas 45 juta ton per hari. Itu juga bisa ditingkatkan hingga 90 juta ton. Untuk pabrik Kalbar perusahaan menggelontorkan investasi sebesar Rp 200 miliar. Dan, untuk pabrik di Papua akan menginvestasikan dana senilai Rp 250 miliar.

Di sisi lain, rencana akuisisi atas perusahaan oleh Felda Global Ventures Holding Bhd (FGV), masih molor. Manajemen mengklaim tidak terganggu. Karena transakksi bukan terjadi pada level manajemen. Saat ini, perusahaan masih fokus pada CPO. Kalau nanti, transaksi berhasil dan Felda melakukan diversifikasi usaha maka manajemen akan mengikuti kebijakan pemegang saham. ”Transaksi itu murni tingkat shareholder sehingga tidak berdampak apapun,” tegas Nicolaas B Tirtadinata Direktur Utama Eagle High Plantation. (far)


loading...

Komentar telah ditutup.