Langsung Tancap Gas

indopos.co.id – Emiten jasa sewa kapal PT Sillo Maritime Perdana (SHIP) langsung tancap gas. Sukses melakukan hajatan initial public offering (IPO), perusahaan bakal mengakuisisi 50,84 persen saham PT Suasa Benua Sukses (SBS). Manajemen optimistis langkah itu akan mendongkrak 53 persen laba ke level USD 6,8 juta.

Perusahaan merogoh dana segar Rp 70 miliar setelah melepas 500 saham berbanderol Rp 140. Di mana, sekitar 97 persen dana IPO untuk mencaplok saham SBS, sisanya untuk modal kerja. ”Pastinya untuk pengembangan usaha dalam industri produsen gas alam,” tutur Direktur Utama Sillo Maritime Edi Yosfi di Jakarta kemarin.

Manajemen mengklaim, akuisisi saham SBS mempunyai prospek bagus bagi perseroan. Sebab, SBS mengantongi kontrak sewa kapal dan kapal milik bisa dipakai sebagai fasilitas fasilitas penyimpanan gas terapung (floating storage and offloading/FSO). ”Aksi ini akan pengembangan perusahaan lebih bergairah,” tambah Direktur Keuangan Sillo Maritime Herjati.

Perusahaan bilang Herjati berencana mencari pinjaman perbankan sebesar USD 6 juta tahun depan. Dana itu nantinya akan dipakai untuk mendanai pembelian satu unit kapal tug boat. Armada baru itu penting guna mendukung ekspansi usaha. ”Itu rencana untuk tahun depan. Kalau tahun ini, tidak akan menambah kapal,” jelasnya.

Herjati melanjutkan, tahun ini perseroan tengah fokus mermangakuisisi SBS. Merujuk prospektus, perusahaan saat ini mempunyai kontrak sewa liquefied petroleum gas (LPG) FSO jangka panjang hingga 2020 dan kontrak sewa dua tugboat hingga 2017. Selain itu, SBS juga dinilai memberi ekstensifikasi usaha perseroan pada industri migas. Itu karena saat ini mempunyai kontrak dengan pelanggan dari produsen gas bumi. Itu akan melengkapi sumber pendapatan perusahaan masih fokus pada produsen minyak bumi. ”Akhir Juni akuisisi SBS rampung. Nanti, laba bersih bisa naik 53 persen setelah akuisisi selesai,” ulas Herjati.

Sepanjang tahun lalu, perusahaan mencatat pendapatan USD 15,6 juta. Turun dari capaian tahun sebelumnya USD 20,29 juta. Laba bersih terakumulasi USD 4,45 juta, turun dari tahun sebelumnya di kisaran USD 5,9 juta. Koreksi kinerja itu bilang Herjati akibat pemeliharaan (dry docking) kapal FSO. ”Proses dry docking kapal diprediksi tuntas triwulan tiga tahun ini,” ucapnya. (far)

Baca Juga :

Kacamata Kayu

Komentar telah ditutup.