Headline

Kantong Plastik Berbayar Hanya Untungkan Produsen

Redaktur:
Kantong Plastik Berbayar Hanya Untungkan Produsen - Headline

indopos.co.id - Mungkin masih lekat diingatan masyarakat tentang persoalan kantong plastik berbayar. Demi mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan, setiap kantong plastik yang didapat setelah berbelanja dibayar seharga Rp200. Namun kini keputusan yang dibuat oleh pemerintah pusat itu berhenti seketika. Alasannya, warga yang berbelanja banyak mempertanyakan kemana aliran uang Rp200 yang dibayar warga untuk kantong plastik tersebut. Itu diungkapkan oleh salah seorang pegawai ritel, Hamdi yang terletak di Jalan Kinibalu Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh. Dikatakannya, penghentian kantong plastik berbayar sudah terlaksana sekitar tiga pekan lalu. Sesuai instruksi dari atasannya, kini kantong plastik tidak mesti dijual dengan harga Rp200. ‘’Ya karena banyak yang nanya juga bang. Uang Rp200 itu untuk apa dan dikemanakan. Makanya dihentikan,” paparnya kepada Riau Pos, Kamis (16/6). Sementara itu, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau Riko Kurniawan mengatakan, persoalan tersebut harusnya lebih ditekankan kepada produsen, tidak dibebankan ke konsumen. Sehingga penerapan pengurangan limbah plastik jadi lebih efektif. “Memang kalau kemarin persoalan ini harus dikoreksi. Sebenarnya bertujuan untuk pengurangan sampah plastik rumah tangga. Namun dalam konteksnya tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Seharusnya yang dilakukan pemerintah adalah sosialisasi kepada konsumen dengan menggunakan keranjang. Tidak menakuti dengan membayar Rp200,” paparnya. Menurutnya, jika dilihat dari pola konsumsi yang ada saat ini, keputusan kantong plastik berbayar tidak berpengaruh terhadap kondisi lingkungan, terlebih di Pekanbaru yang termasuk ke dalam salah satu kota yang memiliki limbah sampah terbanyak. “Kalau kami melihat edukasi kepada produsen dan konsumen. Pemerintah Kota Pekanbaru seharusnya sosialisasikan penggunaan keranjang untuk berbelanja. Kemarin kami lihat edukasi masih kurang,” tambahnya. Walhi sendiri lanjut Riko sebenarnya sangat mendukung persoalan plastik berbayar. Namun yang menjadi catatan penting oleh Walhi hanya semangat untuk pelestarian lingkungan, bukan penerapannya.(nda)

TAGS

Berita Terkait

Jakarta Raya / Lalai, Tetapkan Dua Tersangka

Jakarta Raya / Saatnya Evaluasi Menyeluruh!

Megapolitan / Staf PN Urunan Bangun Musala

Jakarta Raya / Aksi Penangkapan Ular Sanca

Megapolitan / Rem Blong, Truk Hajar Tiga Rumah Warga


Baca Juga !.