Alexa Metrics

Bila Dipilih Oleh Beberapa Partai Pendukung, Yusril Tetap Jabat Ketum PBB

Bila Dipilih Oleh Beberapa Partai Pendukung, Yusril Tetap Jabat Ketum PBB

indopos.co.id – Yusril Ihza Mahendra yang merupakan Ketua Umum Partai Bulan Bintang dan berkeinginan maju sebagai calon gubernur dalam Pilkada DKI 2017, melakukan sosialisasi dan penyampaian visi dihadapan para kader Partai Amanah Nasional.

Acara yang di gelar DPD Partai PAN DKI Jakarat, bertempat di kantor DPP PAN Jl. Senopati No. 113 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Salah satu paparanya, Yusril menilai kebijakan ganjil genap untuk kendaraan yang akan diterapkan di Jakarta akan merugikan pemilik kendaraan. “Kita membayar pajak setahun, tapi dipake hanya setengah tahun, minta balikin pajaknya separo karena tidak dipakai,” kata Yusril di DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Jumat (17/6).

Menurut Yusril, jika dirinya terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, tidak akan melanjutkan kebijakan tersebut.kebijakan yang akan mulai diujicobakan pada 20 Juli mendatang itu juga berpotensi digugat oleh masyarakat ke Pengadilan. “Saya tidak ingin kalah di pengadilan, saya tidak mau menggunakan kebijakan itu,” kata dia.

Ketika ditanyakan mengenai posisi Yusril yang masih menjabat sebagai ketua umum Partai PBB, Dirinya dipastikan tetap menjabat sebagai ketua umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) apabila diusung oleh partai pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2017 mendatang.

Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) ini berkeyakinan, bahwasanya partai politik atau gabungannya yang menunjuk dirinya kelak juga takkan memaksanya untuk mundur sebagai ketua umum. “Saya pikir, di partai saling menghormati dan tidak mendorong-dorong orang keluar dari partainga. Mungkin itu bedanya saya dengan petahana,” ujarnya.

Yusril lantas menceritakan pengalamannya pada pemilihan presiden (pilpres) 2014 lalu, dimana PBB dan Demokrat memutuskan mengusung Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla (SBY-JK). Tapi, tak ada permintaan agar JK mundur sebagai kader Golkar dan loncat ke partai pengusung.

Menurut pakar hukum tata negara itu, Demokrat pun telah memahami opsi tersebut, tidak memaksakan seseorang yang ingin diusung untuk pindah partai. Sebab, ‘prinsip’ tersebut diberlakukan pada pilpres 2014 silam, dimana mensyaratkan Yusril mundur sebagai politikus PBB bila mengikuti konvensi capres partai bintang mercy.

“Tapi, sekarang Demokrat sadari, tidak memaksa saya mundur ketika ikut mendaftar (sebagai bacagub),” tutup Yusril.

Diketahui, demi suksesi Pilkada DKI 2017, Yusril mengikuti penjaringan di sejumlah partai politik. Misalnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Demokrat, PAN, Gerindra, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). (amd)



Apa Pendapatmu?