Headline

Dihantam Badai, Atap Rumah Warga Terbang

Redaktur:
Dihantam Badai, Atap Rumah Warga Terbang - Headline

indopos.co.id – Badai yang melanda Kota Bengkulu Jumat (17/6) sore lalu, nyaris menimbulkan korban jiwa di Jalan Street Bencoolen. Atap rumah berukuran 9x8 meter milik, yang dihuni Sukardi (49) dan istrinya Desi (41), terbang diterpa badai, dan jatuh ke jalan umum. Beruntung atap bersama kerangkanya yang masih utuh terpental ke aspal itu, tidak menimpa pengendara yang melintas. Akibat kejadian itu, jalan sempat macet akibat atap rumah yang diterbangkan angin menutup jalan. Hingga kemarin (18/6) belum ada bantuan apapun yang diterima oleh Sukardi dan keluarganya yang lain terkait musibah ini. Padahal, selain tidak memiliki atap lagi, rumah yang berada dipinggir pantai tersebut, dinding bagian belakangnya sudah jebol, jatuh ke pantai akibat terkena abrasi. Kepada RB kemarin, Sukardi menuturkan, rumah yang ditempatinya tersebut merupakan milik mertuanya. Rumah yang berada di pinggir jalan ini, dihuni 10 orang, selain Sukardi ada juga keluarga adik iparnya. Saat peristiwa badai disertai hujan terjadi, seluruh penghuni rumah memilih mengungsi ke rumah orangtua mereka. “Rumah mertua ada juga yang diujung, jadi saat badai semua mengungsi ke sana,” ujar Sukardi. Saat itu hanya tinggal anaknya Yudi (7) bersama pamannya bernama Dedi yang tinggal di rumah tersebut. Karena badai semakin kencang, keduanya memilih untuk ikut mengungsi. Tak lama kemudian, badai yang menerpa membuat atap berikut kerangkanya terangkat ke atas dan terbang mengarah ke badan jalan. Atap yang masih utuh itu kemudian jatuh tepat diatas jalan, yang untungnya tidak mengenai pengguna jalan. “Jalan di depan rumah sempat macet karena atapnya belum bisa dievakuasi. Tapi untunglah ada petugas dari Polsek Muara Bangkahulu yang memindahkan atap itu,” terang Sukardi. Akibat kejadian saat ini seluruh penghuni rumah terpaksa mengungsi ke rumah mertuanya, yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. “Rumah mertua semakin sumpek, karena semuanya mengungsi disana,” tambahnya. Pantauan RB kemarin, Sukardi bersama istri dan anaknya terpaksa tinggal dibawah tenda yang dipasang di depan rumah. Bahkan Desi sang istri terpaksa memaksa di depan rumah dengan alat sekadarnya. “Kami harap pemerintah berikan perhatian, tak perlulah bantu uang, yang paling penting itu, penanganan bagaimana agar air laut agar tidak sampai membuat rumah ini abrasi,” harap Desi sembari mengaduk masakannya. (fiz)

TAGS

Berita Terkait

Megapolitan / Setelah Kebakaran, Inventarisasi Pedagang

Banten Raya / Rumah dan Majelis Taklim Rusak Disapu Angin Kencang

Daerah / Kirim Penembak Jitu Harimau

Daerah / 23 Penambang Berhasil Dievakuasi

Nasional / Tahan Tersangka Hoaks

Banten Raya / Sekap Bocah SD, ’Opung’ Dicokok


Baca Juga !.