Jakarta Raya

Dua Pekerja Tewas Tertimpa Reruntuhan Gedung

Redaktur:
Dua Pekerja Tewas Tertimpa Reruntuhan Gedung - Jakarta Raya

Indopos.co.id- DUA orang pekerja tewas saat tengah melakukan pembongkaran bangunan lima lantai di Jalan Gedong Panjang, Kelurahan/Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Bangunan yang hendak dibongkar itu sebelumnya merupakan rumah duka Heaven. Adapun korban meninggal adalah pekerja kontraktor yang disewa untuk membongkar bangunan tersebut. Mereka tewas setelah atap bangunan runtuh dan menimpa keduanya yang saat itu tengah bekerja di lantai empat, Sabtu siang (18/6). Dua pekerja itu tewas setelah terjebak genteng dan beton selama beberapa jam setelah bangunan itu runtuh. Jenazah kedua korban yang masing-masing bernama Nana, 25 dan Deden, 37 itu dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk proses otopsi. Sebelumnya, usai evakuasi polisi menemukan kedua korban, tapi Deden saat itu masih bernapas. Sedangkan Nana ditemukan sudah meninggal dunia di lokasi kejadian karena luka-lukanya. Tapi setelah beberap jam dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta Utara, akhirnya Nana meninggal dunia. ”Korban yang meninggal akibat terkena dan terjebak reruntuhan gedung menjadi dua orang. Yakni Nana dan Deden. Mereka saat itu sedang bekerja di dalam gedung saat kejadian,” ujar Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, Kompol Bungin Misalayuk, Minggu (19/6). Menurutnya, korban Nana ditemukan meninggal di lokasi usai proses evakuasi selama sembilan jam. Sedangkan Deden,  meninggal tidak lama setelah mendapatkan perawatan medis. ”Korban yang bernama Deden meninggal karena lukanya yang cukup parah, setelah sempat menjalani perawatan,” jelas Bungin juga. Menurutnya juga, kedua korban saat kejadian tengah melakukan pembongkaran gedung di lantai empat. Namun tiba-tiba  bangunan di atasnya runtuh dan langsung menimpa para pekerja di bawahnya.  Belum diketahui jelas, penyebab bangunan  itu bisa runtuh. ”Selain dua orang pekerja meninggal, beberapa pekerja lainnya juga mengalami luka-luka,” pungkas juga perwira menengah Polri ini lagi. Sementara itu, Kapolsek Metro Penjaringan, Kompol Teguh Bismo mengatakan pihaknya tengah menyelidiki insiden runtuhnya bangunan rumah duka tersebut. Saat ini, terangnya, polisi tengah memeriksa 8 orang saksi. Termasuk mandor proyek kontraktor yang diberikan tugas membongkar bangunan tersebut.  ”Kami masih melakukan penyelidikan kenapa insiden itu bisa terjadi. Apakah ada kelalaian atau lainnya,” ujarnya Minggu (19/6). Mereka yang diperiksa adalah beberapa orang saksi selain petugas keamanan setempat dan juga beberapa pekerja kontraktor. Mereka masing-masing bernama Hadi, 22, warga  Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara; Mimis, 48, warga Bojonggede, Bogor, Jawa Barat dan Yanto, 19, warga Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. Untuk saksi Yanto yang juga merupakan korban peristiwa tersebut. Dia mengalami luka lecet di wajah dan kepala. Yanto juga mengaku patah kaki akibat terkena reruntuhan gedung. Guna penyelidikan, polisi memberikan police line terhadap bangunan yang roboh tersebut. (dai)

TAGS

Berita Terkait

Internasional / Korban Tewas Bom Sri Lanka Jadi 156 Orang

Banten Raya / Tenggak Hajar Aswad, Pengunjung FM3 Tewas

Daerah / Dana Taktis Tak Cukup Tangani Jalan Longsor

Daerah / Jalan Desa Terseret Longsor

Banten Raya / Heboh, Penemuan Mayat Menggantung di Jaura Lebak

Internasional / Penyelamatan Viking Sky Diteror Badai


Baca Juga !.