Bank Syariah Mandiri Fokus Lima Produk

JAKARTA, indopos.co.id – Bank Syariah Mandiri kini memfokuskan sosialiasi dan penjualan lima produk utama di segmen ritel. Tabungan mabrur junior dan tabungan BSM, gadai & cicil emas, pembiayaan usaha mikro & serbaguna mikro, pembiayaan griya, dan pembiayaan pensiunan. Upaya tersebut dilakukan anak usaha Bank Mandiri untuk lebih menajamkan imej produk BSM ke tengah masyarakat.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Agus Sudiarto mengatakan, simplifikasi produk ini dilakukan sebagai bagian dari implementasi corporate plan 2016-2020 bersamaan dengan simplifikasi proses. Sejalan dengan itu, bank pelat merah ini melakukan transformasi di jaringan di mana unit kerja di cabang fokus pada penjualan produk ritel.

Baca Juga :

Kolaborasi Kredivo dan Permata Bank

Sementara produk terkait wholesale dilaksanakan unit kerja khusus wholesale banking.Dengan jumlah produk yang banyak, lanjut Agus, bukan hanya masyarakat sulit mengenal produk BSM, tim marketing pun menjadi kurang fokus dalam memasarkannya.

“Produk BSM ini sangat banyak dan beragam. Total ada sekitar 82 baik dari sisi dana, pembiayaan, maupun jasa. Ini tahun pertama kami mengiplementasikan corporate plan. Mudah-mudahan kami bisa mencapai target bisnis yang ditetapkan di dalam corplan bahwa pada 2020, BSM bisa mencapai aset Rp 200 triliun,” ujar Agus di Jakarta, beberapa hari lalu.

Baca Juga :

Adapun kinerja penjualan produk ritel, Agus memaparkan, di tengah laju perekonomian yang masih belum kondusif sepanjang 2015-2016, pertumbuhan bisnis dari lima produk tersebut on track sesuai target. Indikatornya kinerja dari produk unggulan tersebut yang rata-rata cukup baik.

“Outstanding pembiayaan gadai dan cicil emas BSM, misalnya, per posisi Mei 2016 mencapai Rp 1,77 triliun. Atau tumbuh hampir sebesar 30 persen dibanding outstanding pembiayaan gadai pada Mei 2015, sebesar Rp 1,44 triliun. Untuk layanan gadai, BSM memiliki 272 konter layanan gadai khusus, sementara untuk cicil emas dapat dilayani seluruh cabang di Indonesia,” rincinya.

Adapun pembiayaan mikro BSM juga tumbuh cukup baik. Per Mei 2015 posisi pembiayaan mikro Rp 2,57 triliun naik 54,8 persen menjadi Rp 4 triliun per posisi Mei 2016. (ers)


loading...

Komentar telah ditutup.