Siswa Miskin Capai 203 Ribu Jiwa

indopos.co.id – Siswa miskin di Kota Bekasi jumlahnya mencapai 203 ribu siswa. Olehkarenanya, Dinas Pendidikan setempat telah memberi jatah 15 persen pada siswa dari keluarga tidak mampu agar bisa masuk ke sekolah negeri melalui Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun 2016.

”Tahun ini kami hanya memberikan kuota dari keluarga miskin sebanyak 15 persen. Perhitungan itu sudah sesuai dengan angka kemiskinan di Kota Bekasi,” kata Kepala Bidang Bina Program, pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Agus Enap, kepada INDOPOS, Minggu (19/6).

Baca Juga :

Pergeseran Tanah, Satu Rumah Nyaris Ambruk

Agus menambahkan, total siswa yang berasal dari keluarga miskin mencapai 203 ribu. Data itu berdasarkan dari program keluarga harapan (PKH), kartu sehat dan kartu Indonesia pintar. Sehingga, jatah kuota itu sudah tepat untuk mengikuti PPDB online tahun ini. ”Kami menjatahkan kuota itu untuk bisa mengikuti jalur khusus,” katanya.

Bedanya, pemberian jatah kuota siswa miskin tahun lalu, dengan tahun sekarang, kata Agus, kalau tahun lalu siswa miskin menggunakan zona lokal atau zona domisili. “Kalau dahulu zona lokal itu dimanfaatkan untuk siswa yang tempat tinggalnya berdekatan dengan lokasi sekolah,” ucapnya.

Baca Juga :

Zona afirmasi ini, kata Agus, bisa dipakai, bila siswa kalah bersaing melalui jalur regional online. Sebab, zona tersebut merupakan pilihan siswa miskin bisa kalah bersaing dalam perolehan skor tertinggi di sistem online.”Ketika mereka gagal masuk melalui zona regional, maka zona afirmasi ini pilihan selanjutnya untuk siswa miskin agar bisa sekolah negeri,” katanya.

Dan apabila kemudian siswa miskin itu tetap gagal saat bersaing di zona afirmasi, kata Agus, maka Dinas Pendidikan akan membantu mencarikan sekolah swasta yang ada di Kota Bekasi. Sebab, sekolah swasta sekarang ini sudah bebas dari biaya. ”Kami akan bantu kepada siswa miskin untuk bisa belajar di sekolah swasta,” ujarnya.

Baca Juga :

Pada pelaksanaan PPDB Online tahun ini, kuota yang disediakan melalui jalur umum online sebesar 10 persen, sedangkan kuota bagi siswa di luar Kota Bekasi sebanyak 5 persen. Dan khusus untuk zona siswa miskin diberikan 15 persen.

Perlu diketahui, lulusan sekolah dasar sederajat pada tahun 2016 mencapai 43.395 siswa sedangkan lulusan sekolah menengah pertama sederajat mencapai 35.470. Adapun daya tampung untuk SMP negeri mencapai 15.988 untuk 43 sekolah. Sementara untuk SMA mencapai 6.658 siswa, dan SMK 3.842 siswa.

Sementara itu, Sekretaris Disdik Kota Bekasi, Ali Fauzi mengatakan, siswa miskin di Kota Bekasi bisa mengikuti PPDB Online melalui jalur afirmasi. “Kami menekankan, bahwa siswa miskin bisa ikut PPDB Online pada 27 Juni 2016 mendatang melalui jalur afirmasi dan mereka memiliki hak yang sama,” ujarnya.

Ali menambahkan, untuk kuota siswa miskin yang melalui jalur afirmasi tersebut, Disdik Kota Bekasi menyediakan kuota sebanyak 15 persen bagi warga Kota Bekasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ketika mereka mendaftar melalui jalur umum online, mereka tidak masuk, maka secara otomatis mereka bisa memiliki kesempatan masuk melalui jalur afirmasi tersebut. “Tentu saja kami fokuskan bagi siswa Kota Bekasi, bukan di luar Kota Bekasi,” tandasnya. (dny)

 

 

 

 

Komentar telah ditutup.