Atlet Andalan ke Olimpiade Masih di Bawah Rekor Terbaik

Indopos.co.id– Olimpiade 2016 yang akan digelar di Rio de Janeiro, Brasil, tinggal menghitung hari. Even empat tahunan tersebut rencananya akan diselenggarakan mulai awal Agustus nanti. Meski begitu, sejumlah atlet tanah air yang akan mewakili Indonesia di even tersebut, masih belum juga menunjukan tanda-tanda untuk mencapai peak performa mereka.

Dari sejumlah atlet tersebut, Maria Natalia Londa atlet lompat jauh yang menjadi wakil tunggal atletik Indonesia Rio de Janeiro adalah salah satunya. Ya, akibat harus berkutat dengan masa pemulihan cedera lutut, Londa sampai saat ini belum mampu meraih lompatan terbaiknya saat dia meraih medali emas di SEA Games Singapura 2015 lalu.

Ketika itu, Londa sukses mengibarkan bendera merah putih di tiang tertinggi setelah mampu melompat dengan jarak terjauh, 6,70 meter. Atau lebih jauh dibandingkang dengan hasil yang dia capai saat meraih medali emas di Asian Games 2014 lalu. Ketika itu, Londa mampu melompat dengan jarak 6,55 meter.

Sayang, setelah dari Singapura, Londa mengalami cedera lutut yang mengakibatkan jarak lompatannya menurun drastis, 6,38 meter. Meski begitu, Londa optimistis bahwa dia bisa meraih lompatan terbaiknya itu. “Saya akan berusaha sekeras dan sekuatnya untuk bisa kembali ke jarak lompatan jarak terbaik,” ungkapnya.

Baca Juga :

Olimpiade Bukan Ajang Demonstrasi

Dalam kesempatan itu, Menpora Imam Nahrawi saat melakukan kunjungan langsung ke Bali, dua hari lalu, mengapresiasi perjuangan Londa dalam latihan. Menurutnya, Londa tipikal atlet yang kerap memberikan kejutan. “Seperti yang dia tunjukkan di Asian Games 2014 lalu, saya yakin kalau dia akan memberikan kejutan di Olimpiade tahun ini,” sebutnya.

Dua bulan jelang Olimpiade, Londa yakin dirinya bisa meningkatkan catatannya. Tak tanggung-tanggung, saat ini Londa opitimisitis bisa melampaui lompatan terjauhnya saat dia lakukan di SEA Games 2015 lalu. Salah satu dengan menargetkan jangkauan 7,08 meter.

I Ketut Pageh, pelatih Londa mengaku tidak ada yang tidak mungkin. Meski sempat ada keraguan, dia tetap memberikan treatmen spesial buat atlet andalannya itu. Salah satu cara untuk membuat Londa tetap fokus yakni menjadwalkan meditasi setiap Sabtu. “Jelang event kali ini, kontrol emosi menjadi satu hal yang paling penting,” bebernya. (ben/nap)

Komentar telah ditutup.