Steven Spielberg dan Dedikasinya dalam Perfilman Dunia Selalu Lapar Berkarya

indopos.co.id – Lebih dari separo usianya didedikasikan untuk perfilman Hollywood. Bahkan, pria bernama Steven Allan Spielberg ini menjadi salah satu orang yang memelopori lahirnya new Hollywood era. Karya-karyanya sangat memengaruhi perfilman dunia.

Memulai karir sebagai sutradara pada tahun ’70-an, hingga kini tercatat 31 judul film yang dibuat Steven Spielberg, 69. Di laman IMDb (International Movie Database), namanya tercatat 157 kali menjadi produser film hingga 2018. Tiada habisnya Spielberg dalam berkarya. Karya terbaru yang segera dirilis adalah The Big Friendly Giant (BFG) pada 1 Juli mendatang.

Sebelumnya, film tersebut juga meramaikan Festival Film Internasional Cannes pada Mei lalu. The BFG merupakan proyek live action Disney. Film yang dibintangi aktor peraih Oscar Mark Rylance tersebut merupakan adaptasi buku cerita anak-anak berjudul sama karangan Roald Dahl. Untuk Spielberg, The BFG punya arti sangat penting. Sebab, itu merupakan kali pertama yang dia lakukan selama hidupnya. ”Saya telah menyutradarai film untuk setiap studio yang ada di Hollywood selama berkarir, kecuali Disney.

Baru kali ini saya melakukannya,” ucapnya dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter. Dengan demikian, pria berkacamata itu telah memenuhi salah satu bucket listnya. Disney adalah satu-satunya inspirasi Spielberg ketika kecil. Kadang juga menjadi sumber mimpi-mimpi buruknya. Misalnya, Dumbo, animasi Disney pada 1940-an. Beberapa episodenya, seperti cerita perpisahan seorang anak dan ibu serta pembunuhan Bambi, melekat dalam ingatannya. Sayangnya, Disney partner yang kurang sempurna untuk film-film dewasa. Padahal, film semacam itulah yang ditekuni Spielberg dan DreamWorks-nya.

Baca Juga :

Gina S. Noer Borong Dua Piala di FFI 2019

Meski begitu, pria yang genap berusia 70 tahun pada Desember mendatang tersebut berpandangan, Disney ”sangat bangga” telah menjadi distributor film adult stories seperti The Help (2011) dan Lincoln (2012) karena keduanya menguntungkan. Dua film tersebut merupakan produksi DreamWorks Pictures (perusahaan yang didirikan Spielberg dan dua rekannya). DreamWorks Pictures didirikan Spielberg bersama Jeffrey Katzenberg dan David Geffen pada 1994.

Mereka berhasil membuat film-film sukses di pasaran dan ajang penghargaan. Di antaranya, Saving Private Ryan, American Beauty, Gladiator, Shrek, dan A Beautiful Mind. Tidak berhenti dengan BFG, pikiran Spielberg terus berputar untuk membuat karya-karya baru. ”Semua yang saya lakukan selalu membuat saya merasa lapar,” ucapnya. Spielberg tidak sabar mengenyangkan idealismenya dengan karya baru seperti film baru Indiana Jones. Spielberg mengaku sangat excited untuk menyutradarai film franchise kelima yang akan tayang Juli 2019 itu.

Bocorannya, dia berjanji tidak ”membunuh” Harrison Ford pada ending-nya. Dia berkata seperti itu lantaran yang terjadi pada Harrison Ford sebagai Han Solo dalam Star Wars: The Force Awakens. ”Saya pikir bocorannya harus diceritakan secara langsung kepada para fans,” candanya. Bukan hanya Indiana Jones, Spielberg bahkan juga akan meremake West Side Story, drama musikal era 1961.

Proyek itu telah diimpikan Spielberg selama puluhan tahun. Spielberg mendapatkan izin untuk me-remake drama tersebut setelah memperjuangkannya selama 15 tahun. Selain itu, dia disibukkan dengan persiapan membuat film sejarah The Kidnapping of Edgardo Mortara. Film yang diadaptasi dari novel pemenang Pulitzer, David Kertzer, itu bercerita seputar perjuangan seorang anak Yahudi di Italia yang diam-diam dibaptis dan dibesarkan secara Kristen.

Terakhir, Ready Player One yang berlatar pada 2044. Film bergenre sci-fi yang sedang digarap Spielberg tersebut lagi-lagi juga diambil dari buku. Kali ini karangan Ernest Cline yang bercerita tentang remaja bernama Wade Watts. Dia mencoba keluar dari lingkungan dunia maya yang suram bernama OASIS. ”Film ini akan menunjukkan kenapa menjadi menarik hidup di dunia nyata,” ucapnya. (ina/c6/jan)

Komentar telah ditutup.