Ayo! Kembalikan Tradisi Emas Olimpiade

Indopos.co.id- Dengan tak bermaksud meremehkan atlet dari cabang olahraga lain, saya kira bulutangkis berada di garda terdepan untuk mengembalikan tradisi medali emas Olimpiade. Setelah di Olimpiade sebelumnya di London tanpa emas, maka di Brasil tahun 2016 ini, bulutangkis diharapkan untuk mengamankan target tersebut.”

IMAM NAHRAWI Menteri Pemuda dan Olahraga

OLIMPIADE 2016 Rio de Jenairo, Brasil sudah di depan mata. Hingga kini, Indonesia sudah memastikan meloloskan 25 atlet ke pesta olahraga paling megah sejagat raya ini . Jumlah ini sudah lebih banyak dari kontingen Indonesia pada olimpiade London 2012 yakni hanya 22 atlet.

Ke-25 atlet yang sudah lolos ke Brasil dengan rincian 10 atlet bulu tangkis, tujuh angkat besi, empat panahan, dua dayung, satu atletik dan satu balap sepeda BMX. Jumlah tersebut masih berpeluang bertambah karena voli pantai, renang dan atletik masih menjalani kualifikasi.

Baca Juga :

Hemat Pengeluaran di Olimpiade Tokyo

Menpora Imam Nahrawi mengatakan seluruh rakyat Indonesia sangat mendambakan kontingen Merah Putih mengembalikan tradisi medali emas pada olimpiade 2016 Rio de Jenairo. Tidak hanya cabang bulu tangkis yang sudah beberapa kali meraih medali emas pada olimpiade sebelumnya, cabang olahraga lain juga harus berprestasi.

”Dengan tak bermaksud meremehkan atlet dari cabang olahraga lain, saya kira bulutangkis berada di garda terdepan untuk mengembalikan tradisi medali emas Olimpiade. Setelah di Olimpiade sebelumnya di London tanpa emas, maka di Brasil tahun 2016 ini, bulutangkis diharapkan untuk mengamankan target tersebut,”ujar Imam Nahrawi saat menyambangi Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, baru-baru ini.

Cak Imam sapaan akrab Imam Nahrawi menyempatkan diri meninjau dan memberikan motivasi pada tim bulu tangkis Indonesia yang dipersiapkan untuk tampil pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, 5-21 Agustus itu. Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa ( PBK) datang ke Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, bersama dengan Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto, komandan kontingen Indonesia Raja Sapta Oktohari serta Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Gatot S Dewa Broto.

Setibanya di Cipayung, rombongan Menpora ini diterima oleh Wasekjen PP PBSI Ahmad Budiarto serta seluruh pemain Indonesia yang sudah memastikan diri lolos ke kejuaraan empat tahunan itu. Hanya saja, kehadiran Menpora itu bertepatan dengan berakhirnya latihan sesi pagi. Meski demikian, beberapa pemain masih berada di sekitar lapangan dan melakukan dialog dengan Menpora dan rombongan. Pemain yang berdialog di antaranya adalah Hendra Setiawan, Liliyana Natsir, Praveen Jordan, Debby Susanto dan Linda Wenifanetri.

Dalam kunjungannya itu, menpora menanyakan kepada para pemain apakah persiapan untuk olimpiade apa ada masalah? Menpora kemudian menyatakan kesiapannya untuk membantu PBSI ikhwal persiapan ke Olimpiade. Apa yang bisa saya bantu?,” tanya Menpora Imam Nahrawi membuka pembicaran dengan atlet bulu tangkis yang siap mengharumkan nama bangsa di Brasil.

Menjawab pertanyaan orang nomor satu di Kemenpora itu, para pemain menyatakan jika persiapan sudah tidak ada masalah karena semua persiapan telah terprogram oleh tim pelatih. Saat ini, semua pemain konsentrasi untuk mengembalikan permainan terbaiknya.

“Saya kira untuk persiapan sudah tidak ada masalah. Kita fokus latihan karena sebelum Olimpiade sudah tidak ada pertandingan lagi,” kata salah satu pemain andalan Indonesia di nomor ganda putra, Hendra Setiawan.

Saat bertemu dengan pemain dan jajaran pelatih, Menpora juga menanyakan apa yang harus disiapkan pemerintah guna meraih prestasi terbaik di Olimpiade Brasil. Namun, justru masalah bonus yang diungkit oleh pelatih yang selama ini mendampingi atlet yang lolos ke Olimpiade.

“Pelatih seharusnya juga mendapatkan bonus dan tunjangan seperti atlet Pak. Pelatih juga lebih stres dibandingkan pemain,” kata pelatih senior Herry Iman Pierngadi di sela pembicaran yang dihadiri banyak pejabat itu. Menanggapi permintaan pelatih, Imam Nahrawi mengaku akan segera mempertimbangkan. Pihaknya berharap semua pihaknya memberikan dorongan agar prestasi bulu tangkis di Olimpiade Brasil lebih bersinar dan membawa kembali medali emas.

Tim bulu tangkis Indonesia meloloskan 10 pemain ke Olimpiade Rio de Janeiro. Pemain yang akan berangkat adalah pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir, Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan, Greysia Polii/Nitya Khrishinda, Tommy Sugiarto dan Linda Wenifanetri.

Sementara, komandan kontingen Indonesia, Raja Sapta Oktohari menjelaskan, persiapan untuk mendukung atlet yang akan berjuang di Olimpiade Brasil telah disiapkan dengan baik termasuk lokasi latihan bulu tangkis sebelum masuk ke Wisma Atlet. Sesuai dengan rencana, tim bulu tangkis akan menjalani pelatihan di Sao Paulo. Kehadiran Menpora di pelatnas PBSI tentu diharapkan menambah semangat juang Hendra Setiawan dkk.

Cabang bulutangkis masih tetap menjadi tumpuan utama bagi Indonesia untuk meraih medali emas Olimpiade. Tradisi medali emas bulu tangkis Indonesia di pesta olahraga terbesar di dunia itu terhenti di London, Inggris empat tahun silam. Padahal pada Olimpiade sebelumnya 2008 di Beijing, Tiongkok, bulutangkis menyumbang 1 emas melalui ganda putra atas nama Markis Kido/Hendra Setiawan.

Bahkan pada Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol bulutangkis mencatat sejarah sebagai peraih emas pertama Indonesia dengan 2 medali emas melalui pasangan pengantin Susi Susanti (tunggal putri dan Alan Budikusumah (tunggal putra). Selain emas, pada olimpiade Barcelona itu, bulutangkis juga menyumbang 2 medali perak melalui Ardy B Wiranata (tunggal putra) dan duet Eddy Hartono/Gunawan (ganda putra).

Tradisi emas bulutangkis berlanjut ke Olimpiade Atlanta 1996 lewat pasangan ganda putra Ricky Subagja/Rexy Mainaky, Sydney, Australia tahun 2000 juga melalui ganda putra atas nama pasangan Tony Gunawan/Chandra Wijaya dan Athena, Yunani 2004 melalui Taufik Hidayat (tunggal putra). (tim)

Komentar telah ditutup.