Alexa Metrics

LeBron James Pilih Bertahan di Cleveland Cavaliers

LeBron James Pilih Bertahan di Cleveland Cavaliers

Indopos.co.id-Di tengah parade kemenangan besar-besaran Cleveland Cavaliers kelilingi kota kemarin, Cleveland mendapat hadiah tambahan dari mega bintang LeBron James. MVP NBA empat kali itu mengatakan saat ini tidak terbesit keinginan meninggalkan Cavaliers.

LeBron sebenarnya bisa mengambil opsi free agent pada bursa transfer offseason ini. Itu karena dia memasuki musim terakhir terikat kontrak dengan Cavaliers. Apalagi, ada isu yang mengabarkan LeBron sedang menjalin komunikasi dengan Los Angeles Lakers.

“Aku cinta berada di Cleveland. Dan tidak ada keinginan hijrah,” ucapnya dilansir ESPN. “Jika ada kabar aku meminta agenku untuk mempersiapkan kepindahan, kabar itu hanya omong kosong,” tambahnya.

Juara NBA tiga kali itu tampaknya tak ingin mengulangi kejadian pada akhir musim 2010. Saat itu dia memilih hengkang ke Miami Heat setelah berlabuh bersama Cavaliers sejak 2003. Setelah keputuan itu, dia menjadi musuh bersama warga Cleveland dan negara bagian Ohio. Owner Cavaliers, Dan Gilbert bahkan melabelinya sebagai pengkhianat.

Pasca dua musim kepulangannya ke Cavaliers pada 2014, LeBron musim ini memberi kado manis juara NBA untuk kampung halamannya. Pemain yang pada Desember mendatang memasuki usia 32 tahun itu juga terpilih sebagai MVP Final di partai puncak.

Sementara itu dari Chicago, kabar mengejutkan datang dari Chicago Bulls. Tim berlambang banteng itu mengambil keputusan berani dengan men-trade ikon utama mereka Derrick Rose ke New York Knicks.

Bull men-trade Rose bersama guard Justin Holiday dan jatah second round pick mereka di NBA Draft 2017. Sebagai ganti, Bulls mendapat tiga pemain yakni center Robin Lopez, point gurd Jose Calderon, dan guard muda Jerian Grant dari Knicks.

Keputusan ini menjadi sinyal Bulls fokus membangun tim yang berpusat pada dua kali All-star mereka yakni Jimmy Butler. Sinyal makin kuat karena Butler ikut dalam rombongan Bulls yang menghadiri ajang NBA Draft 2016 yang berlangsung pagi ini WIB di Barclays Center, Brooklyn.

Chairman Bulls, Jerry Reinsdorf mengatakan, keputusan melepas Rose adalah salah satu langkah terberat yang harus dia ambil. “Semua orang tahu, dia adalah local kid yang berhasil menjadi MVP di klub kotanya sendiri,” ucap Reinsdorf dilansir ESPN.

“Dia pribadi yang luar biasa. Aku berharap yang terbaik untuk kesehatannya sepanjang karier. Secara pribadi, aku ingin menucapkan terima kasih untuk semua yang telah dia lakukan untuk Chicago Bulls,” tambahnya.

Pada 2008, Rose mendapatkan draft urutan pertama dari Bulls. Pada 2011, pemain kelahiran Chicago itu sudah terpilih sebagai MVP NBA saat berusia 22 tahun. Itu membuatnya menjadi MVP termuda sepanjang sejarah NBA sampai saat sekarang.

Sayang, karier pemain kelahiran 4 Oktober 1988 itu empat tahun belakangan lebih banyak dihabiskan di meja operasi. Itu bermula dari cedera robek ACL yang diterimanya pada ronde pertama playoff 2012.

Namun, kabar baik untuk Knicks musim ini permainan Rose mulai kembali stabil. Dia bermain di 66 laga dengan mencetak rata-rata 17,7 poin per game dan 45,3 % field goal.

Rose bakal mengisi kekurangan utama Knicks musim ini yang memang lemah di point guard. Bersama Carmelo Anthony dan Kristaps Porzingis, dia akan menjadi kekuatan baru Knicks untuk menjelajahi wilayah timur musim depan. (irr)



Apa Pendapatmu?