Targetkan Pra-Penjualan Rp 4,5 triliun

indopos.co.id – DIREKSI Perseroan PT Summarecon Agung Tbk, melaporkan kinerja Summarecon pada 2015 secara umum mengalami penurunan. Direktur Utama Summarecon Adrianto P. Adhi menjelaskan, pendapatan Perseroan turun 2 persen dibandingkan tahun lalu menjadi sebesar Rp 5,62 triliun, Laba kotor dibukukan sebesar Rp 2,91 triliun atau turun 5 persen dibandingkan tahun lalu.

Laba bersih yang didistribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp 0,86 triliun atau mengalami penurunan 38 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, dari sisi neraca, aset perseroan per 31 Desember 2015 tercatat sebesar Rp 18,76 triliun atau meningkat 18 persen dibandingkan tahun lalu.

Jumlah kewajiban meningkat sebesar 19 persen menjadi Rp 11,23 triliun dan ekuitas meningkat sebesar 17 persen menjadi Rp 7,53 triliun. Unit bisnis Pengembangan Properti mencatat pendapatan Rp 3,98 triliun, menurun 5 persen atau Rp 0,23 triliun dari pendapatan 2014 sebesar Rp 4,21 triliun.

Unit bisnis ini memberikan kontribusi sebesar 71 persen terhadap total pendapatan Perseroan di 2015. Pendapatan dari unit bisnis pengembangan properti berupa pendapatan atas rumah sebesar Rp 1,35 triliun, ruko Rp 0,95 triliun, tanah kavling Rp 0,04 triliun dan apartemen Rp 1,63 triliun.

Baca Juga :

Kolaborasi Kredivo dan Permata Bank

Berdasarkan lokasi, pendapatan ini berasal dari Summarecon Bekasi Rp 1,78 triliun, Summarecon Serpong Rp 1,59 triliun dan Summarecon Kelapa Gading  Rp 0,60 triliun. ’’Sepanjang tahun 2015, Summarecon mengamati bahwa calon pembeli properti di Indonesia masih menghadapi masalah keterjangkauan karena pembatasan dari Bank Indonesia untuk pemenuhan syarat kredit yang dikeluarkan pada Oktober 2013,’’ tandas Adrianto usai gelaran Rapat Umum Pemegang Saham di Jakarta, Kamis (23/6).

Untuk memudahkan, bagi pelanggan tertentu, lanjutnya, pihaknyaakan menerapkan perpanjangan program pembayaran tunai bertahap dari sebelumnya 24 bulan menjadi 60 bulan.

Baca Juga :

Sepanjang 2015, Perseroan berhasil mencatat pra-penjualan marketing sebesar Rp 4,3 triliun atau mencapai 95 persen dari target. Hasil tersebut diperoleh dari proyek-proyek di Serpong sebesar 63 persen,  Bandung sebesar 17 persen, Bekasi 14 persen, dan Kelapa Gading 6 persen.

Unit bisnis Properti Investasi, Rekreasi dan Perhotelan yang memberikan pendapatan berkelanjutan bagi Perseroan  mencatat pendapatan sebesar Rp 1,64triliun, meningkat sebesar 11 persen dibandingkan 2014, dengan peningkatan pendapatan terutama berasal dari pusat perbelanjaan di Kelapa Gading, Gading Serpong, dan Summarecon Bekasi. Ketiga pusat perbelanjaan ini mendatangkan total sekitar 87 juta pengunjung di sepanjang tahun 2015.

Pada RUPS Tahunan ini juga telah diputuskan bahwa pembagian dividen adalah sebesar Rp 5,- per lembar saham. Melihat kondisi ekonomi saat ini, Perseroan menargetkan pra-penjualan marketing tahun 2016 sebesar Rp 4,5 triliun atau kenaikan sebesar 3 persen dibandingkan tahun 2015. Target tersebut diharapkan dapat diperoleh dari penjualan produk properti di Serpong, Bandung, Bekasi, Kelapa Gading, dan Karawang.

Selain menentukan rencana tahun 2016, Perseroan juga mengevaluasi kembali rencana strategis untuk lima tahun ke depan (2016-2020) dengan mempertimbangkan perubahan kondisi sosial ekonomi dan sejumlah stimulus paket ekonomi yang diterbitkan oleh pemerintah. (dew)

 


loading...

Komentar telah ditutup.