Dongkrak Investasi Inggris

indopos.co.idBADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai referendum Brexit tidak bakal berdampak negatif. Terutama kelancaran investasi Inggris terhadap Indonesia. Justru sebaliknya, hasil referendum Brexit menjadi peluang Inggris untuk mendongkrak investasi.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyebut, investasi langsung lebih bersifat jangka panjang. Nah, keputusan Inggris keluar dari barisan Uni Eropa tidak memengaruhi keputusan bisnis existing.

Baca Juga :

Kolaborasi Kredivo dan Permata Bank

”Pada dasarnya investasi langsung tergolong bersifat jangka panjang. Telah melalui pertimbangan matang dan research mendalam. Karena itu, kami tidak khawatir Inggris keluar dari Uni Eropa,” tutur Franky.

Franky menilai, saat ini momen paling tepat menarik investasi dari daratan Inggris. Terlebih Indonesia telah mempunyai perjanjian perdagangan negara dengan negara-negara tetangga jauh macam China dan India. Kemudian Indonesia juga tengah mengupayakan perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga :

”Brexit menjadi perusahaan Inggris menjadikan Indonesia sebagai ladang dan basis produksi masuk pasar global,” imbuh Franky.

Sementara Deputi Pengendalian Pelaksanaan BKPM Azhar Lubis menjelaskan, pihaknya akan mengintensifkan komunikasi dengan investor potensial. Menjelaskan beragam terobosan reformasi pemerintah di bidang investasi.

”Perwakilan kami di London dan tim marketing investasi Eropa terus berkomunikasi dengan investor Inggris terkait peningkatan pelayanan investasi, deregulasi iklim investasi ramah investor, pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM tenaga kerja,” ulasnya.

Sejatinya Inggris merupakan mitra utama investasi Indonesia. Sepanjang 5 tahun terakhir, realisasi investasi Inggris mencapai USD 4,8 miliar. Menduduki peringkat ke delapan negara dengan investasi terbesar. Sedang dari sisi komitmen investasi, tercatat Inggris telah mencapai USD 3,1 miliar.

Sepanjang tahun ini, komitmen investasi Inggris (Januari-Mei 2016) telah terakumulasi sejumlah USD 111 juta atau tumbuh 517 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. (far)


loading...

Komentar telah ditutup.