Eden Hazard: Attendez-moi, Lille

Indopos.co.id- ”YA, SEKARANG saya datang Lille,” begitu yang diucapkan Eden Hazard setelah melakukan solo run dari seperempat lapangan untuk menjebol gawang Gabor Kiraly pada menit ke-79. Silakan mengatakan ‘Attendez-moi, Lille”, atau “Lille, tunggu saya,”. Mengapa Eddie – sapaan akrab Hazard – antusias jika menyebut Lille?  Lille merupakan kota tempat Belgia harus menghadapi Wales dalam perempat final Euro 2016, Jumat dini hari nanti WIB (2/7). Hanya itu? Tidak. Dia sangat antusias karena Lille bagi hidup Hazard tidak ubahnya seperti kota terpenting ketiga. Tentunya di luar La Louviere tempat dia dilahirkan, dan London tempat dia merangkai karir sepak bola profesional bersama Chelsea.

Di kota yang letak geografisnya di 204 kilometer ke arah utara Paris itu Hazard menghabiskan lebih dari sepertiga usianya. Sebelum menjadi penggawa The Blues – julukan Chelsea – di musim panas 2012, Hazard sudah tujuh tahun membela Lille. Semua itu bermula dari talentanya yang baru mekar di Tubize.

Baca Juga :

Lalu, talenta itu tercium oleh talent scouter Lille yang kemudian menyodorinya kontrak sebagai pemain akademi di Lille. Orang tua Hazard menerima tawaran itu dengan harapan fasilitas latihan yang didapatkan anak sulungnya itu di Prancis lebih memadai ketimbang di Belgia. Dan, tiga tahun setelah berstatus sebagai pemain Lille, namanya pun menjadi salah satu yang diagung-agungkan oleh fans Les Dogues – julukan Lille.

Pada musim 2010-2011, Hazard bersama Lille pun mengawinkan dua gelar di level domestik Ligue 1 dan Coupe de France. Itulah prestasi terbaik terakhir yang didapatkan klub berusia 71 tahun itu. ”Karenanya, saya antusias sekali kembali ke kota itu. Tidak sabar saya melihat suporter yang saat dulu mendukung saya, dan sekarang mendukung saya lagi,” tutur Hazard, dalam wawancara eksklusif dengan salah satu media Belgia, Sporza.

Baca Juga :

Hazard berjanji, faktor Lille akan berada di atas punggungnya untuk menghancurkan defense Wales dalam perempat final nanti. ”Di sana saya kali pertama bermain profesional, di sana juga saya bisa merasakan bagaimana bermain di stadion dan ditonton ribuan penonton, di sana juga saya mampu meraih juara,” kenang Hazard.

”Karena itu, saya akan menikmati itu semua. Udara Prancis selalu memberikan keberuntungan bagi saya. Semoga saja itu berlanjut. Dan, ayo fans Lille ikut berpesta bersama kami,” imbuh pemain terbaik musim 2014-2015 versi PFA. Performa Hazard dalam laga kemarin memang banyak menjadi buah bibir.

Whoscored mencatat, sayap kiri Belgia itu menjadi pemain paling dominan. Terutama dari sisi passing-passing-nya yang menjadi momok bagi defense Balázs Dzsudzsák dkk. Dengan melakukan 48 passing, tingkat akurasinya mencapai 89,6 persen. Terbaik di antara penggawa Belgia. Makin lengkap dengan 66,6 persen efektifitas tembakannya.

Dari tiga kali tembakan, dua di antaranya yang tepat sasaran. ”Saya katakan padanya (Hazard), lakukanlah sesuatu yang hebat di laga ini. Dan buatlah kesenangan. Benar, dia sudah melakukannya,” ungkap pelatih Belgia, Marc Wilmots, dalam wawancaranya kepada situs resmi UEFA. Tidak lupa, dia pun memuji pemainnya itu.  Wilmots seolah membuktikan, bahwa dia tidak salah menunjuk lengan Hazard untuk dibebat ban kapten. Dia tidak peduli performa Hazard di Chelsea selama semusim kemarin yang tidak begitu bagus. Wilmots juga tidak peduli dengan usia Hazard yang masih terlalu muda untuk menjadi leader (25 tahun).

”Banyak yang terkejut begitu saya mempercayakan ban kapten itu kepada anak muda kecil ini. Tapi, show must go on. Dia harus improve, dia harus mencari sisi di mana dia memang layak menjadi kapten. Dan hari ini, kapten itu tidak hanya berkata-kata dengan mulutnya. Kapten itu mampu berkata-kata dengan kakinya,” puji Wilmots.

”Dan sekali lagi, saya katakan kepadanya, Lille sudah di depan kita semua,” imbuh pelatih yang sudah empat tahun lebih menahkodai timnas Belgia itu. Hazard mendapat kepercayaan jadi kapten tim setelah Vincent Kompany dinyatakan absen dari Euro ini lantaran terkena cedera betis.  Overall, selama Euro ini Hazard baru mencetak satu gol, total shots-nya baru sembilan kali.

Akan tetapi, namanya sudah bersanding dengan Kevin De Bruyne sebagai top assist di timnas Belgia. Keduanya sama-sama melakukan tiga kali assist. Performa meledak Hazard itu seakan sedikit menghapus stigma bahwa karirnya sudah meredup. Musim 2015-2016 kemarin, pemilik nama lengkap Eden Michael Hazard itu hanya bermain 31 kali, 6 di antaranya sebagai pengganti.

Dianggap sebagai biang kerok di balik jebloknya performa Chelsea sebagai juara bertahan di Premier League, Hazard hanya bisa mencetak empat gol dan tiga assist. Anjlok lebih dari separonya dibandingkan dengan musim sebelumnya (2014-2015) dengan 14 gol dan sembilan assist-nya. Karena itulah begitu laga kemarin tuntas, fans Chelsea meramaikan dunia maya.  Rata-rata, mereka menyayangkan performa meledak Hazard ini yang tidak terjadi saat bersama Chelsea. Sebagaimana dilaporkan talkSPORT.

”Harusnya Belgia ilegal bisa mendapatkan Hazard dalam performa seperti ini!,” begitu bunyi kicauan salah satu pendukung Chelsea di dalam akun Twitter-nya yang bernama @HazardEdition. (ren)

Komentar telah ditutup.