Saefullah Diwacakan Dampingi Sandiaga

indopos.co.id – BIROKRAT DKI Jakarta masih menjadi magnet untuk meramaikan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017. Khususnya untuk posisi kandidat bakal calon wakil gubernur (balonwagub). Itu terjadi lantaran banyaknya dukungan dari tokoh politik atau pun tokoh masyarakat yang meminta para PNS potensial maju meramaikan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Ada pun PNS DKI yang saat ini telah meramaikan bursa kandidat balonwagub adalah Heru Budi Hartono. Saat ini, Heru menjabat Kepala Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah DKI Jakarta.

Baca Juga :

Ajukan Cuti, Marwan dan Adjo Bakal Bersaing

Selain itu juga, ada mantan Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi yang pernah berseberangan dengan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama juga digadang-gadang bakal jadi calon wakil gubernur.

Selain itu juga ada nama Sekda DKI Jakarta, Saefullah yang disorong beberapa kalangan agar maju menjadi calon pemimpin di Ibu Kota. Pria asli Betawi itu sudah beberapa kali diusulkan oleh para tokoh masyarakat dan agama untuk menjadi cawagub.

Baca Juga :

Pilkada Online di Zona Merah

Kali ini, Saefullah diminta menjadi Cawagub DKI mendampingi Bakal Calon Gubernur (Balongub) Sandiaga Uno. Dikonfirmasi mengenai permintaan itu, Sandiaga membenarkan. Dia mengatakan, usulan tokoh agama dan masyarakat itu disampaikan saat acara buka puasa bersama.

”Kebetulan ada acara buka puasa bersama. Saya hadir dan Pak Sekda (Saefullah) juga hadir. Para tokoh agama, saat itu banyak yang mengusulkan kepada Pak Saefullah untuk maju menjadi cawagub,” ujar Sandiaga ditemui usai berdialog dengan warga Apartemen Mediteriana, Kelapa Gading Jakarta Utara kemarin (27/6).

Baca Juga :

Lebih lanjut politisi Partai Gerindra itu mengatakan, saat diusulkan Saefullah belum menjawab dengan tegas.

”Pak Saefullah  saat ditanya mengenai pencalonan menjadi cawagub, hanya senyum-senyum saja,” jelas juga pengusaha sukses ini.

Saat disinggung apakah itu merupakan sinyal keduanya akan berpasangan saat Pilgub DKI 2017? Menurut Sandiaga, pihaknya tidak bisa menentukan sendiri.

”Untuk soal pencalonan Cagub dan Cawagub, saya serahkan kepada mekanisme partai politik. Untuk soal itu, parpol yang akan menentukan,” pungkasnya juga.

Sementara itu, Pengamat Politik Jakarta, Sugiyanto mengatakan Saefullah memang punya potensi untuk dicalonkan dalam Pilgub 2017 mendatang. Posisinya juga strategis sebagai sekda atau orang nomor tiga di DKI Jakarta.

Menurutnya juga, sesuatu yang lumrah kalau PNS banyak yang diusulkan maju dalam Pilgub DKI yang akan digelar tahun depan tersebut. Apalagi, bila PNS itu mempunyai kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni.

”Bisa saja nanti Sekda Saefullah benar dicalonkan menjadi Cawagub, mendampingi Sandiaga. Dengan catatan, ada partai yang mengusungnya. Kalau tidak ada parpol yang mengusungnya, berat untuk maju menjadi cawagub,” cetusnya.

Itu pun, terangnya juga, parpol juga harus berkoalisi kalau mau mencalonkan keduanya. Lantaran, saat ini hanya PDI Perjuangan saja yang bisa mencalonkan pasangan cagub dan cawagub DKI tanpa harus berkoalisi.

Lantaran, partai moncong putih itu memiliki kursi di DPRD DKI melebihi kuota yang diisyaratkan bila hendak mengajukan pasangan calon dalam Pilkada DKI. ”Saat ini, usulan pencalonan Saefullah masih sebatas wacana. Namun bukan berarti tidak mungkin,” pungkasnya. (dai)

Komentar telah ditutup.