Sambut Pendatang Olimpiade dengan Teror

Indopos.co.id – Sebagian publik Brasil benar-benar tidak merestui Olimpiade 2016 digelar di negeri mereka. Tak henti-hentinya teror dilancarkan. Senin (28/6), tepat 37 hari menuju pembukaan multievent empat tahunan itu, unjuk rasa kembali digelar. Kali ini di bandara Internasional Geleao, Rio de Janeiro.

”Welcome to Hell”. Selamat datang di neraka. Begitu bunyi spanduk yang mereka bentangkan di terminal kedatangan.

Baca Juga :

Kalimat itu masih ada lanjutannya. ”Polisi dan pemadam kebakaran tidak dibayar. Siapapun yang datang ke Rio de Janeiro tidak akan aman.” Aksi protes juga ditunjukkan dengan vandalisme di jalanan. Di salah satu flyover terpampang tulisan besar, “Selamat datang. Kami tidak punya rumah sakit,”

Ya, krisis ekonomi, virus zika, polusi air, dan pembangunan infrastruktur umum yang belum kelar memang menjadi bayang-banyang negatif gelaran Olimpiade yang akan dibuka 5 Agustus mendatang. Salah satu agen kontra teroris kepolisian Brasil menambahkan kepada Yahoosport, negaranya sedang dalam bahaya.

”Pemerintah serta lembaga-lembaga pemerintahan putus asa. Bahaya tidak pernah sedekat ini,” ungkap sumber tersebut. Protes yang dilakukan di bandara kemarin juga merupakan respons dari statement pemerintah kota Rio yang mengatakan bahwa wilayahnya sedang mengalami bencana krisis di segala bidang.

Awal bulan ini, rumah sakit terbesar di Rio diserang oleh 20 pria bersenjata. Serangan tersebut menewaskan satu orang dan melukai dua orang. Berdasarkan laporan media setempat, kelompok bersenjata itu menyerang rumah sakit untuk membebaskan gembong narkoba yang sedang dirawat di tempat tersebut. Rencana mereka berhasil.

Yang membuat  khawatir, rumah sakit itu adalah satu dari lima rumah sakit yang disiapkan untuk para atlet dan turis selama Olimpiade. Letaknya juga paling dekat dengan stadion Maracana, venue pembukaan Olimpiade.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengumumkan pihaknya bukan hanya mengandalkan pihak keamanan lokal untuk mengamankan gelaran tersebut. Mereka sudah bekerja sama dengan beberapa pihak keamanan internasional. Pengamanan disebut IOC akan dua kali lipat lebih ketat dibanding Olimpiade 2012 di London lalu. (irr/na)

Komentar telah ditutup.