Politik

Kader Ditangkap Operasi Tangkap Tangan, PD Bereaksi

Redaktur:
Kader Ditangkap Operasi Tangkap Tangan, PD Bereaksi - Politik

Indopos.co.id-Partai Demokrat langsung bereaksi menyikapi kadernya yang terkena operasi tangkap tangan  (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (28/4) malam. Partai berlambang mercy itu langsung menggelar rapat pimpinan di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/6). "Ketua Umum Partai Demokrat, SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, red) merespons kabar penangkapan kadernya yang duduk di Komisi III DPR itu. SBY langsung menggelar rapat pimpinan di kediaman pribadinya, Cikeas, Bogor, Jawa Barat," ungkap Imenda Sari, Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Rabu (29/6). Imelda mengaku, pihaknya belum mendapatkan informasi resmi terkait penangkapan itu. Begitu juga kasus yang diduga mengharuskan kader partai mercy itu ditahan KPK. "Tapi garis kebijakannya sama persis seperti yang disampaikan ketua umum terkait pemberantasan korupsi. Tidak ada toleransi, jika menyangkut kader, secara hukum pidana, apa yang jadi tanggung jawab individu harus dipertanggungjawabkan secara individu. Kita sedang mengumpulkan info kasus apa yang disidik," pungkasnya. Imelda tidak memungkiri Fraksi Partai Demokrat DPR RI yang anggotanya di DPR berjumlah 61 orang ada saja yang masuk angin. Ibarat bangunan rumah dikikis oleh rayap. "Kami di DPR hanya 60-an. Jadi, sangat wajar jika ada beberapa rayap yang kelihatan, karena rumah kecil. Itu harus dibasmi," kilahnya. Juru Bicara Partai Demokrat, Rachlan Nasidik, menambahkan dirinya mendapat informasi bila ada anggota DPR dari Fraksi Demokrat yang ditangkap KPK.  "Saya membenarkan semalam ada laporan, ada salah satu anggota dari Demokrat di Komisi III ditangkap di rumahnya," kata Rachlan , kemarin (29/6). Namun, Rachlan berkelit bila pihaknya belum mengetahui detail terkait kasus apa penangkapan tersebut. Pihaknya menunggu penjelasan resmi KPK. Sementara, Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo juga tidak menampik bila anggotanya di Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat ditangkap KPK.  “Penangkapan I Putu Sudiantana tidak berkaitan dengan Komisi Hukum,” katanya di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (29/6). Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa juga ikut berkomentar. Dia mengaku belum menerima klarifikasi dari pimpinan KPK terkait kabar penangkapan I Putu Sudiartana. Sebelumnya, kata politisi Partai Gerindra itu, dirinya bersama rekan-rekan di Panitia Kerja (Panja) Penegakan Hukum Komisi III DPR RI telah meminta penjelasan dari KPK terkait kasus dari I Putu Sudiartana. Namun belum mendapat jawaban. "Kami sampai sekarang nggak tahu kasusnya apa. Tadi malam kan beberapa anggota Panja dan pimpinan komisi berkomunikasi dengan KPK untuk minta penjelasan Putu kena kasus apa. Bagi kami, agar kami responsnya dengan 'wise', jangan sampai kami punya persepsi lain," tutur Desmon saat dihubungi, Rabu (29/6). Desmond dan kolega di Komisi III DPR RI melihat I Putu Sudiartana selama ini akrab dengan pimpinan KPK. Apalagi, pada Senin, 27 Juni 2016 lalu, I Putu baru menghadiri acara buka bersama di gedung KPK. "Kawan-kawan bilang ada apa? Kok abis senyum-senyum dan ketawa-ketawa dengan pimpinan KPK lalu ada apa?," ujar Desmond. Komisi III DPR, lanjut Desmond, masih menunggu penjelasan KPK. Menurutnya, grup Whatsapp Komisi III sudah ramai membahas operasi tangkap tangan yang melibatkan salah satu anggotanya. "Akbar Faisal mengatakan, ada Komisi III terkena OTT, lalu semua anggota nimbrung. Grup WA itu tempat kami berkomunikasi. Kami rapat pun lewat WA," kata Desmond. KPK menangkap empat orang pada Selasa, 28 Juni, pukul 21.20. Mereka adalah satu anggota DPR, dua staf dan satu pihak swasta. Penangkapan dilakukan di rumah dinas anggota DPR, kawasan Ulu Jami, Jakarta Selatan. Namun belum diketahui terkait kasus apa. Kelima orang, termasuk anggota DPR itu ditangkap dari beberapa lokasi yang berbeda di Jakarta, Medan, dan Padang. (aen)  

TAGS

Berita Terkait

Hukum / Sengketa Kantor Pusat PSSI Berakhir

Megapolitan / Pengacara Irsanto Ongko Minta Status Tersangka Kliennya Dicabut

Megapolitan / Ombudsman Soroti Dugaan Jual Beli Remisi

Nasional / Butuh Pemimpin Tegas Atasi Persoalan Lapas

Hukum / Edward Soeryadjaya Dihukum 15 Tahun Penjara

Nasional / Dahnil Belum Penuhi Panggilan Peyidik Tipikor


Baca Juga !.