Alexa Metrics

Komdis Akhirnya Melarang The Jakmania

Komdis Akhirnya Melarang The Jakmania

Indopos.co.id- The Jakmania akhirnya benar-benar dikandangkan. Ya, oleh Komisi Disiplin (Komdis) Indonesia Soccer Championship (ISC), suporter Persija Jakarta itu dilarang untuk mendukung tim kesayangannya secara langsung di stadion sampai akhir kompetisi. Bukan hanya di pertandingan kandang, melainkan juga saat bertandang ke markas lawan.

Kosekuensi itu harus mereka terima setelah The Jakmania terbukti terlibat kerusuhan saat pertandingan Persija melawan Sriwijaya FC dalam pekan kedelapan ISC, Jumat (24/6) lalu. “Komdis akhirnya memutuskan untuk menghukum The Jakmania hingga akhir musim,” kata Joko Driyono, Direktur Utama PT GTS, kemarin (29/6).

Nah, dengan adanya sanksi dari Komdis tersebut, maka tidak ada lagi satu atribut yang bertemakan The Jakmania atau Persija di atas tribun saat Macan Kemayoran –julukan Persija Jakarta — menjalani pertandingan di sisa kompetisi. Baik berupa kaos, bendera, spanduk sampai dengan simbol-simbol lain seperti syal dan drum band.

“Tapi, kalau mereka (The Jakmania, Red) tidak menggunakan simbol-simbol itu, mereka bisa saja datang ke stadion dan menonton,” jelas mantan Sekjen PSSI ini. “Kalau sudah begitu, maka berarti mereka bukan lagi disebut sebagai suporter melainkan penonton biasa, sama dengan yang lain,” jelas pria yang akrab disapa Jokdri itu.

Joko berharap, sanksi tersebut bisa menjadi efek jera bagi para suporter yang berkarakter buruk saat mendukung tim pujaan mereka. Selain itu, lanjut Joko, dengan sanksi berat itu pula, suporter yang lain juga akan menjadi watchdog bagi suporter yang lain untuk tidak melakukan hal-hal serupa yang akhirnya merugikan mereka dan tim.

Apalagi, hukuman yang diputuskan oleh Komdis dalam sidang kemarin itu, memberatkan sanksi sebelumnya, yaitu Persija dilarang menjalani pertandingan home di Jakarta sebanyak enam kali, serta dinyatakan dengan skor 0-3 dari Sriwijaya FC dan denda Rp 100 juta lantaran banyaknya jumlah flare yang dinyalakan oleh The Jakmania sepanjang pertandingan.

“Tadi, Komdis juga memutuskan untuk mendenda manajemen Persija  Rp 50 juta akibat kerusuhan kemarin. Jadi, total denda yang harus dibayarkan oleh Persija adalah Rp 150 juta,” papar pria asal Ngawi, Jawa Timur ini. Lantas apakah Persija bisa melakukan banding? “Bisa saja, tapi apakah putusan banding meringankan atau bisa jadi memberatkan mereka,” timpalnya.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persija, Bobby Kusumahadi mengatakan, mereka sudah siap menjalani semua konsekuensi itu. Apalagi, termasuk menggelar pertandingan tanpa The Jakmania. “Toh setelah ini kami sudah tidak bermain lagi di Jakarta. Semoga semua pihak sudah bisa belajar dari peristiwa ini,” ucapnya.

Sayang, tidak ada satupun pentolan The Jakmania yang bersedia memberikan pernyataan terkait keputusan Komdis ini. Memang, setelah kerusuhan 24 Juni lalu itu, Presiden The Jakmania Achmad Richard sengaja menghilang. Koordinator The Jakmania garis keras, Irland  Al Arancia yang biasanya gampang memberikan komentar kepada wartawan pun, tidak bisa dihubungi. (ben/jpg)



Apa Pendapatmu?