Pinot, Harapan Prancis Akhiri Paceklik Tour de France

Indopos.co.id- TOUR de France merupakan balap paling bergengsi di dunia. Walau start di Inggris, Belanda, atau negara lain, namanya tetap “Tour de France”. Ironisnya, lomba milik Prancis ini justru kesulitan mendapatkan pemenang dari Prancis.

Orang Prancis terakhir yang mengenakan yellow jersey adalah Bernard Hinault, pada 1985!

Baca Juga :

PABSI Bantu Selesaikan Masalah Deni

Tahun ini, Prancis semakin punya harapan. Thibaut Pinot, climber FDJ (juga tim Prancis), belakangan makin matang. Pada 2014 dia naik podium di urutan tiga, dan tahun lalu meraih juara di etape gunung paling bergengsi di Alpe d’Huez.

Dengan rute yang “climbing heavy”, Pinot punya kans untuk bersaing dengan Chris Froome, Nairo Quintana, Alberto Contador, dan lain-lain.

Baca Juga :

Selama ini, kelemahan Pinot adalah time trial. Rupanya, dia benar-benar serius membenahi itu. Performanya dalam beberapa ajang time trial di awal tahun ini mengagumkan. Bahkan, dia menjadi juara nasional Prancis di kategori Time Trial.

Dan ingat, dua etape TT tahun ini semuanya dibumbui tanjakan. Makin cocok untuk Pinot.

Baca Juga :

Hoki Jadwalkan Try Out ke Belanda

Untuk saat ini, Pinot belum berani bersesumbar akan memburu juara. Targetnya adalah podium, dan tidak boleh keluar dari lima besar.

“Kalau saya finis keempat tapi selisih waktunya tiga menit dengan urutan tiga, maka saya tidak akan menyesal. Kalau saya finis kelima, dan selisih waktunya hanya 15 detik dari podium, saya juga akan happy”, ujar pembalap 26 tahun itu seperti dilansir Cycling News.

Menjelang Tour de France ini, Pinot sudah meraih banyak hasil baik di lomba-lomba bergengsi. Dia finis keempat di Volta Algarve, kelima di Tirreno Adriatico, juara di Criterium International, keempat di Vuelta al Pais Vasco, plus runner up di Tour de Romandie. (aza)

Komentar telah ditutup.