Performa Belgia Tergantung Strategi Wilmots

Indopos.co.id – Merunut pada peringkat FIFA, komposisi, maupun performa di laga terakhir, Belgia seharusnya lebih diunggulkan untuk menang dari Wales pada perempat final di Stade Pierre-Mauroy Sabtu dinihari (2/7). Di 16 Besar, jika Belgia tampil perkasa saat menghancurkan Hungaria 4-0 (27/6), maka Wales harus ”berterima kasih” kepada gol bunuh diri Gareth McAuley di menit ke-75 (25/6).  Selain itu, Eden Hazard dkk juga masih menorehkan cleansheet dalam tiga laga beruntun sejak kalah 0-2 oleh Italia (14/6).

Meski begitu, pelatih Belgia Marc Wilmots mengatakan, mantapnya performa Belgia belum menjadi jaminan bahwa mereka bakal melenggang ke semifinal. Setidaknya, ada beberapa handicap yang membuat dia tidak terlalu jemawa. Di antaranya adalah cedera quadriceps Eden Hazard ketika melawan Hungaria, yang membuatnya harus ditarik dan digantikan Marouane Fellaini di menit 81. Pemain 25 tahun itu pun absen dalam sesi latihan terakhir tim Selasa waktu setempat (28/6).

Baca Juga :

Cederanya Hazard sedikit membuat was-was. Sebab, winger Chelsea itu sedang menikmati permainan terbaiknya dengan torehan satu gol dan satu assist bagi gol ketiga yang dicetak Michy Batshuayi. ”Saat ini, dia sedang menjalani pemulihan dengan fisioterapis. Aku pikir dia akan pulih 100 persen pada Kamis nanti,” ujar Wilmots sebagaimana dilansir Reuters.

Jika Hazard masih menjalani pemulihan, lini belakang De Rode Duivels, sebutan Belgia, sudah pasti kehilangan Thomas Vermaelen karena skorsing akumulasi kartu kuning. Dia pun juga absen dari sesi latihan akibat cedera minor. Absennya Vermaelen membuat Wilmots bakal merotasi back four-nya dengan mengembalikan Jan Vertonghen, yang selama ini fullback kiri, ke posisi aslinya di jantung pertahanan dan bertandem dengan Toby Alderweireld. Keduanya pun tidak akan kesulitan dalam beradaptasi karena mereka berdua adalah tandem terbaik Tottenham Hotspur. Adapun pos Vertonghen bakal diisi oleh Jordan Lukaku.

Baca Juga :

Selain itu, pelatih 47 tahun tersebut juga mewaspadai gaya permainan Wales. Wilmots berujar, dari hasil analisisnya lewat tayangan video maupun dua pertemuan sepanjang fase kualifikasi lalu, Wales adalah tim yang bermain sabar dengan menekankan pada penguasaan bola dan menunggu celah pada lawan. Karena itu, empat diantara enam gol The Dragon, julukan Wales, tercipta dari skema open play. Ini belum termasuk bunuh diri yang dilakukan McAuley karena salah mengantisipasi crossing Gareth Bale.

Adapun dua gol sisanya dilesakkan oleh Bale lewat tendangan bebas. Yakni ketika menang atas Slovakia 2-1 (11/6), dan dikandaskan Inggris dalam derby Britania Raya 1-2 (16/6). Wilmot menuturkan, dia bisa meniru pola tersebut. ”Namun, ini bukanlah filosofi kami,” tegasnya seperti dikutip oleh Associated Press. ”Karena itu, kami harus memanfaatkan setiap keunggulan yang kami miliki untuk mengacak-acak pertahanan mereka,” lanjutnya.

Keunggulan yang dimaksud Wilmots adalah kecepatan para pemainnya seperti Hazard, Kevin De Bruyne, maupun pelapis seperti Yannick Carrasco ketika menyisir dari sayap. Serangan balik pun menjadi senjata utama Belgia sepanjang perhelatan turnamen mayor Benua Biru dengan kontribusi empat dari total delapan gol. Adapun Romelu Lukaku menjadi topscorer Belgia setelah mengoleksi dua gol (selengkapnya lihat grafis). Lebih lanjut, Hazard mengatakan bahwa Wales bakal memberikan kesulitan yang cukup besar kepada mereka.

Sebabnya, dalam tiga pertandingan terakhir, pasukan Chris Coleman tersebut lebih superior daripada Les Diables Rouges, julukan lain Belgia, dengan catatan satu kemenangan dan dua kali seri. ”Penting bagi kami untuk mengulangi performa kami seperti melawan Hungaria,” tutur Hazard kepada ESPN.

”Menurutku, itu adalah penampilan terbaik kami selama ini. Kami tidak hanya mencetak gol. Namun juga membuat sejumlah peluang, dan Thibaut (Courtois) tetap mempertahankan cleansheet-nya,” imbuh Hazard kembali.

Terpisah, Coleman berujar bahwa dirinya optimistis Wales bisa menciptakan kejutan. Sebab, dengan status Belgia sebagai unggulan, mereka justru bakal bermain dalam tekanan untuk menghindari kritikan publik. Disisi lain, dipandang sebelah mata membuat Wales bisa tampil lepas. ”Orang-orang tentu bakal melihat Marc. Mereka bakal penasaran seperti apa nantinya skuad maupun pergantian yang dipilih,” tutur Coleman kepada The Telegraph.

Kabar positif menyeruak setelah kapten sekaligus bek tengah Wales, Ashley Williams, mulai pulih dari cedera bahu yang menimpa setelah bertabrakan dengan Jonny Williams kala menang dari Irlandia Utara. ”Itu bukan dislokasi. Jadi, aku masih tetap berpikiran bagus bahwa dia bakal siap melawan Belgia,” papar manajer kelahiran Swansea 46 tahun lalu tersebut. (apu)


loading...

Komentar telah ditutup.