Dinkes Sulit Bedakan Vaksin Asli atau Palsu

indopos.co.id – Beredarnya vaksin palsu selama 13 tahun diberbagai daerah semakin membuat masyarakat resah. Karenanya, Dinas Kesehatan Provinsi langsung memberikan surat edaran kepada Dinas Kesehatan Kabupaten untuk mengantisipasi dan jika diperlukan dilakukan Inpeksi Mendadak (Sidak) disejumlah apotik, klinik, rumah sakit dan pelayanan swasta lainnya.

Dikatakan Pengelola Program Imunisasi Provinsi, Mimi Suriani, dari hasil Sidak yang dilakukan dibelbagai tempat pelayanan kesehatan ditingkat provinsi, tak satupun ditemukan adanya indikasi vaksin palsu. Meskipun begitu, pihaknya tetap mempersilahkan kepada tingkat kabupaten untuk melakukan sidak.

”Hasil pemeriksan kita dengan Balai Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi tidak ada menemukan adanya vaksin palsu alias nihil. Tetapi kalau tingkat kabupaten kita belum ketahui. Karenanya, jika kabupaten akan melakukan sidak, silahkan saja,”kata Mimi.

Namun katanya, usai melakukan sidak, kabupaten tidak dibenarkan untuk mengeluarkan pernyataan apakah vaksin tersebut asli atau palsu.Namun hanya direkomendasikan untuk memberikan laporan kepada Balai POM jika ada vaksin yang dianggap mencurigakan.Hal ini diminta karena Dinkes kabupaten tidak memiliki kompetensi untuk memberikan penilayan.Kecuali balai POM sendiri.”Cukup dilaporkan saja ke BPOM jika ada yang mencurigakan. Seperti memfhoto atau jenis laporan lainnya. Jangan ambil keputusan,”katanya.

Baca Juga :

Sementara itu, Kadinkes Kutim Aisyah didampingi Kepala Bidang P2PL Muhammad Yusuf menuturkan jika pihaknya belum dapat berbuat banyak terkait vaksin palsu yang sedang marak dibicarakan. Untuk sementara waktu hanya bisa memberikan himbauan kepada tempat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit swasta dan tempat praktek lainnya.

Sedangkan untuk melakukan rajia, pihaknya mengaku belum dapat melakukan hal tersebut. Karena, sampai saat ini belum ada pemberitahuan cara membedakan antara vaksin palsu dengan vaksin yang asli.

Baca Juga :

“Sehingga jika kita lakukan rajia dan menemukan berbagai jenis vaksin, kita juga gak tau mana asli dan mana palsu. Jadi percuma saja,”katanya.

Tetapi, dirinya mengaku akan melakukan komunikasi dengan pimpinan terkait masalah rajia tersebut. Yang jelas, Dinkes Kutim akan selalu berusaha untuk menetralkan kembali kekhwatiran masyarakat mengenai vaksin palsu ini.

“Karena jangan sampai, masyarakat enggan melakukan vaksin hanya gara-gara ini. Jadi kita akan seriusi masalah ini khususnya di Kutim,”katanya. (dy)

Komentar telah ditutup.