Suasana Aman, Tak Ada Ketakutan

 

JAKARTA, indopos.co.id – Ledakan yang terjadi di tiga kota di Arab Saudi, yakni Jeddah, Qatif, Madinah, pada Senin (4/7) membuat masyarakat dunia tersentak. Betapa tidak, peristiwa itu terjadi menjelang momen Idul Fitri. Terlebih, ledakan di dekat Masjid Nabawi, Madinah Al-Munawarah, tersebut terjadi ketika jamaah sedang berbuka puasa.

Misalnya, yang diungkapkan desainer Dian Pelangi yang tengah menjalankan umrah bersama keluarga dan berada di Masjid Nabawi ketika peristiwa itu terjadi. Perempuan kelahiran Palembang, 14 Januari 1991, tersebut menuliskan dalam akun Instagram-nya. Saat menikmati kurma, air zamzam, susu, dan roti, terdengar dentuman. Suasana yang tadinya damai menjadi ramai. Dian bertanya kepada perempuan di sampingnya, ”What’s wrong, sister?” Perempuan tersebut menjawab bahwa dentuman itu penanda berakhirnya Ramadan dan Idul Fitri jatuh pada keesokan harinya. ”Orang-orang bangun dari duduk, berpelukan, menangis, berdoa, dan berjabat tangan,” cerita Dian. Tidak ada firasat sama sekali bahwa itu merupakan ledakan bom.

Setelah mengetahui bahwa dentuman tersebut bukan penanda malam terakhir Ramadan pun, di dalam masjid suasana aman, tidak ada kepanikan atau berusaha mengamankan diri. Salat berjalan seperti biasa, orang-orang tetap di masjid, ada yang tadarus dan iktikaf. ”Tak ada tanda ketakutan,” tutur Dian. Setelah itu, Dian melihat di sekitar Masjid Nabawi banyak mobil polisi yang berjaga.

Sampai di hotel, barulah dia mengecek media sosial, portal berita, dan televisi yang menyiarkan berita ledakan bom. ”Sempat tidak percaya,” ucap Dian. Dia mengabarkan kondisinya dan keluarga yang baik-baik saja. ”Ketakutan, kepanikan, semuanya terkalahkan dengan antusias menyambut Lebaran,” tulis Dian, lantas menambahkan hashtag #KamiTidakTakut. (nor/c7/jan)


loading...

Komentar telah ditutup.