Polres Banjar Sita Ratusan Botol Miras di Malam Takbir

Indopos.co.id – Jajaran Polres Banjar berhasil menyita ratusan botol minuman keras (miras) dari berbagai merek yang siap diedarkan. Miras tersebut disita dari mobil pickup boks bernopol D 8816 CE dan gudang miras di dekat Stasiun Banjar.

Mobil pickup boks itu dikemudikan oleh Kun (46) dan ditumpangi salesnya Jon (42) asal Kabupaten Cilacap. “Miras yang kami sita ribuan botol dari berbagai merek,” kata Kapolres Banjar AKBP Novri Turangga pada Radar, Selasa (5/6).

Baca Juga :

Ribuan botol miras yang berhasil disita itu diduga stok dan akan diedarkan pada malam takbiran. Kasus ini bisa terungkap, berawal dari kecurigaan anggota yang berjaga di pos pengamanan Stasiun Banjar karena melihat aktivitas pembongkaran kardus yang di dalamnya berisi ribuan botol miras. “Dari dalam mobil boks yang disita ada 120 karton yang satu kartonya itu berisi 12 botol,” kata mantan penyidik KPK itu.

Dari situ, polisi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Banjar membongkar gudang miras yang berada di kawasan Stasiun Banjar.Hal itu, terpaksa dilakukan karena menurut pengakuan sang sopir seminggu ke belakang pernah mengirim sebanyak 80 karton miras.

Baca Juga :

Dari dalam gudang tersebut, polisi berhasil menyita sebanyak 421 botol miras. Untuk mengelabui polisi, ratusan botol miras itu disembunyikan di dalam lorong yang dibuat sedemikian rupa di bawah kasur. “Digudang ini, miras yang disita sebanyak 421 botol dari berbagai merek,” ungkap Novri.

Guna penyelidikan lebih lanjut, dua orang yang merupakan sopir dan sales langsung digelandang ke Mapolres Banjar untuk dimintai keterangan. Begitupun barang bukti ribuan botol miras dan mobil pickup boks yang digunakan untuk mengangkut miras diamankan juga di mapolres. “Nanti kita lihat dulu, apakah mau ditipiring atau masuk tindak dipidana,” terangnya.

Sopir Kun mengaku membawa ribuan botol miras ini dari daerah Majenang. Dia mengaku hanya ditugakan untuk membawa saja. Seminggu sebelumnya dia juga pernah mengantarkan sebanyak 80 karton miras. Untuk sekali antar, dirinya hanya dikasih uang sebesar Rp 100.000. “Saya mah hanya mengantar saja tidak tahu apa-apa. Minggu kemarin juga saya ngirim ke sini. Kalau sama sekarang baru dua kali,” akunya. (agp)


loading...

Komentar telah ditutup.