Penutupan Lokalisasi Lampaui Target

JAKARTA, indopos.co.id – Target Indonesia bebas lokalisasi prostitusi pada 2019 terus dikejar Kementerian Sosial (Kemensos). Pendekatan kepada pemerintah daerah pun terus dilakukan. Hasilnya, sudah 70 lokalisasi prostitusi yang berhasil ditutup.

”Saya terus terang surprised sekali. Respons pemerintah provinsi dan kabupaten/kota baik sekali,” ujar Mensos Khofifah Indar Parawansa di sela acara open house di kediaman ketua MPR, Jakarta, kemarin (6/7).

Untuk diketahui, sudah 70 di antara 168 lokalisasi yang ditutup pemerintah pusat bersama pemerintah daerah. Awal Juni 2016 lalu, misalnya, ada 22 titik lokalisasi di Kalimantan Timur yang ditutup secara bersamaan. ”Hasilnya ternyata sudah melampaui target. Dari 168 sekarang tinggal 98,” ungkapnya.

Jumlah lokalisasi ini tersebar di seluruh Indonesia. Namun, untuk titik-titik besar berada di Provinsi Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, dan Riau.

Baca Juga :

Untuk Jawa Barat, Khofifah sudah mendapat konfirmasi dari dinas sosial (dinsos) setempat. Dinsos Jawa Barat menyatakan, yang ada di daerah mereka bukan lokalisasi, melainkan ”lokasi”. Jadi, hanya tempat untuk transaksi, bukan tempat para pekerja seksual tinggal dan menjalankan aksi.

”Saya awalnya bilang ada 13 lokalisasi. Itu data Dinsos Jawa Barat per 26 Februari 2016 saat rakor. Tapi di-counter,” ungkapnya. Namun, konfirmasi terbaru dari dinsos justru mencengangkan. Mereka menyebut ada 63 lokasi prostitusi di daerahnya. Kendati begitu, hingga kini belum ada kesepakatan antara pemerintah pusat dan daerah terkait penutupannya. Kemensos masih terus menjalin komunikasi.

Baca Juga :

Kendati demikian, Khofifah mengatakan tak akan mengendurkan target bebas lokalisasi pada 2019 nanti. Sebab, keberadaan lokalisasi kerap diiringi kekerasan dan trafficking terhadap perempuan. ”Tentunya penutupan ini tidak serta-merta kita melepaskan para eks pekerja seks komersial (PSK). Kita berikan pembinaan dan modal agar mereka tidak kembali (jadi PSK),” paparnya. (mia/c9/pri)


loading...

Komentar telah ditutup.