Syamsir Alam Rayakan Lebaran di Tiga Benua

indopos.co.id – Menjadi pesepak bola profesional sudah tentu akan melewati-hal-hal tak terduga dan pengalaman baru. Salah satunya merayakan Hari Raya Idulfitri di negeri orang. Seperti yang dialami striker Persiba Balikpapan Syamsir Alam pada periode 2008-2012.

NUGROHO PANDU CAHYO, Balikpapan

PADA periode itu, nama Syamsir Alam memang cukup familiar di telinga pencinta sepak bola Tanah Air. Dia menjadi salah satu pemain muda Indonesia paling berbakat, sehingga mendapat kesempatan emas menimba ilmu di Uruguay bersama SAD Uruguay dan Penarol. Sebelum kembali ke Indonesia membela Sriwijaya FC dan kini Persiba Balikpapan, Syamsir sempat bergabung dengan CS Vise di Belgia.

Juga menjalani trial beberapa bulan di Amerika bersama salah satu klub Major League Soccer (MLS), DC United. Alhasil, dia memiliki pengalaman berbeda menjalani puasa dan Idulfitri di tiga benua. Nah, sebelum menjalani jatah libur yang diberikan tim pelatih Persiba, pemain dengan nomor punggung delapan ini menyempatkan diri berbagi cerita kepada Kaltim Post.

Menurutnya, suasana Lebaran di luar negeri sangat berbeda dibanding di Indonesia. Ini karena di Tanah Air suasana Lebaran dirayakan dengan semarak. Dapat dilihat dari banyaknya ucapan-ucapan di spanduk di pinggir jalan. “Nah, kalau di sana tidak ada. Sepi betul. Seperti hari-hari biasa. Mau di Uruguay, Belgia atau Amerika. Tidak seramai Indonesia,” kenangnya.

“Bisa dibayangkan saat di Uruguay saya menjalankan salat Id di Kedutaan Mesir. Pesertanya hanya 22 orang. Sepi sekali. Surat yang dibaca imam pun hanya Al-Fatihah dan Al-Ikhlas. Jadi, benar-benar tidak terasa sedang Lebaran,” kenang Syamsir.

Suasana Lebaran baru terasa ketika pulang salat Id atau kembali ke penginapan. Di mana Syamsir dan beberapa pemain Indonesia di Uruguay berpencar mencari tempat sepi untuk menghubungi orangtua. “Saat kembali ke kamar mata teman-teman pada merah semua. Habis nangis karena minta maaf sama orangtua. Di situ baru terasa sedang Lebaran. Setelah itu biasa lagi,” bebernya.

“Itu momen yang tidak terlupakan. Kami sembunyi-sembunyi nangis menghubungi orangtua,” sambungnya.

Dua tahun terakhir, Syamsir baru bisa merayakan kemeriahan Idulfitri di Tanah Air. Dia memutuskan kembali ke Indonesia dan bergabung dengan klub elite di Tanah Air. “Rasanya luar biasa Lebaran di Indonesia. Lebih terasa kalau sedang Lebaran dan pastinya bisa kumpul keluarga. Maaf-maafan dan saling mengunjungi satu sama lain,” terang Syamsir.

Syamsir menuturkan, momen Idulfitri tahun ini lebih berarti baginya. Karena bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-24. “Ini benar-benar pas banget momennya. Pasti ramai karena keluarga sedang berkumpul. Bisa minta THR (tunjangan hari raya) double dari om sama tante,” ucapnya lantas tertawa.

Kendati merayakan ulang tahun, dia mengaku tidak menyiapkan perayaan berlebihan. Seperti biasa, dia akan menghabiskan hari pertama Lebaran dengan mengunjungi keluarga. Mulai keluarga besar ayah lalu ibu. “Tapi sebelumnya, saya harus ke bandara dulu. Menjemput pacar. Dia baru pulang dari Eropa,” ungkapnya.

Selain orangtua, meminta maaf kepada teman menjadi salah satu agendanya. Nah, khusus untuk rekan satu tim, Syamsir paling pengin menghubungi wing back kanan Iqbal Samad. “Saya banyak dosa sama dia. Saya juga ingin mengucapkan selamat hari raya kepada Balistik. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga, Persiba lebih baik lagi. Secara, saya tidak peduli tim lagi bagus atau jelek yang pasti saya akan berjuang maksimal untuk tim. Itu loyalitas saya,” tuturnya. (*/fir/k15)


loading...

Komentar telah ditutup.