Pupuk Terserap Maksimal

SURABAYA, indopos.co.id ¬– Anomali iklim seperti kemarau basah yang terjadi saat ini berdampak terhadap aktivitas pertanian. Karena itu, serapan pupuk juga terkena imbas. Meski demikian, PT Petrokimia Gresik optimistis seluruh penyaluran pupuk bersubsidi tahun ini bisa terserap.

Total stok Petrokimia Gresik sejak Januari sampai 8 April 2016 secara nasional mencapai 996.645 ton, sedangkan stok per 22 Juni 2016 mencapai 875.561 ton. Khusus untuk Jatim, stok pupuk saat ini masih 247.922 ton. ’’Perinciannya, urea 41.761 ton, ZA 58.417 ton, SP-36 17.251 ton, phonska 81.057 ton, dan petroganik 49.436 ton,’’ kata Direktur Produksi PT Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya.

Berdasar data tersebut, lanjut dia, posisi stok yang menyentuh lini empat dapat dikatakan aman dan terkendali. Sebab, suplai stok mencapai 400 persen dari stok yang semestinya. Setidaknya stok wajib yang dimiliki bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hingga dua pekan. ’’Sedangkan stok kami lebih dari dua bulan. Stok itu mencakup seluruh area jangkauan kami,’’ ucap Ketut.

Dengan begitu, stok masih banyak. Pihaknya tidak khawatir jika penyerapan pupuk pada tahun ini terkendala karena anomali cuaca. Menurut dia, sejauh ini penyerapan pupuk terus berlangsung. ’’Hujan sebagai fenomena La Nina yang kerap terjadi pada tahun ini tidak mengganggu serapan pupuk meski pada kuartal pertama sempat mundur,’’ tuturnya.

Pihaknya optimistis penyerapan pupuk berjalan sesuai dengan target. Misalnya, pupuk jenis phonska hingga Mei 40 persen dari alokasi nasional yang mencapai 2,2 juta ton. ’’Jadi, itu menunjukkan serapan pupuk masih berjalan sesuai dengan target yang sudah ditetapkan,’’ katanya.

Dia mengakui, kondisi iklim berdampak terhadap serapan pupuk ke depan. Namun, saat memasuki musim tanam kedua, permintaan pupuk bisa meningkat. ’’Harapan kami, pada semester kedua, cuaca yang ekstrim berkurang sehingga serapan pupuk bisa maksimal,’’ ungkapnya.

Baca Juga :

Kacamata Kayu

Secara keseluruhan, total pupuk yang dialokasikan pemerintah mencapai 9,55 juta ton yang terbagi atas lima jenis seperti urea, phonska, SP-36, ZA, dan petroganik. (res/c5/oki)

Komentar telah ditutup.