Etape 8 Tour de France Milik Steve Cummings

Indopos.co.id – Dimesio Data merebut kemenangan etape keempat di Tour de France 2016 setelah Steve Cummings finis solo di Etape 8 Jumat (8/7). Pembalap Inggris tersebut melakukan breakway dari rombongan terdepan sebelum tanjakan kategori satu di Col d’Aspin dan terus mempertahankannya sampai garis finis. Ini adalah kemenangan etape kedua Cummings sepanjang karirnya.

Cummings dan penyandang jersey kuning Greg Van Avermaet (BMC) melarikan diri dari 29 rider yang membentuk peloton breakaway sebelum Col d’Aspin. Dia kemudian melibas Dani Navarro (Cofidis) dan Daryl Impey (BikeExchange) di turunan menuju Lake Payolle. Keduanya kemudian finis di urutan 3-4 secara berurutan. Cummings menyelesaikan lomba dalam waktu 3 jam 51 menit 58 detik.

Baca Juga :

PABSI Bantu Selesaikan Masalah Deni

”Aku tidak telah percaya diri di dalam peloton bersama Navarro dan (Vincenzo) Nibali. Tapi Navarro memilih melakukan attack dan meninggalkan peloton. Aku pikir ini bagus karena dia akan kehabisan napas sebelum tanjakan,” terang Cummings usai lomba dilansir Cyclingnews. ”Aku putuskan untuk membuntutinya dan memberikan tekanan kepadanya. Aku merasa bisa kehabisan napas juga. Tapi dengan tanjakan berkatergori 5 atau  6 sangat cocok dengan karakterku,” akunya.

Avermaet yang finis di posisi kelima dengan selisih 3 menit 4 detik sukses mempertahankan yellow jersey untuk kedua kalinya. Bahkan kini dia memperlebar jaraknya dengan rider Etixx – Quick-Step Julian Alaphilippe di urutan kedua dengan selisih 6 menit 36 detik dan Alejandro Valverde (Movistar) 6 menit 38 detik di tempat ketiga.

Baca Juga :

”Aku rasa sedikit aneh karena mereka (rider di depan) melakukan attack terlalu dini. Jadi aku tak ingin memberikan tekanan kepada timku dan melakukan break untuk diriku sendiri. Aku pikir itu adalah pilihan smart, mereka tidak perlu bekerja keras hari ini (kemarin) dan kami tetap bisa mempertahankan jersey kuning ini,” tandasnya.

Hari ini balapan akan dilanjutkan dengan stage tanjakan. Etape 8 meski bukan yang paling sadis, tetap menawarkan tantangan besar bagi para climber. Pertama karena semua tanjakan barjarak sangat dekat. Bahkan nyaris tanpa jeda. Tidak seperti sejumlah etape tanjakan paling berat seperti Etape 9 menuju Andorra, atau Etape 19 dan 20 yang memberi sedikit waktu untuk mengambil napas, di Etape 8 rider tak ada kesempatan.

Baca Juga :

Hoki Jadwalkan Try Out ke Belanda

Kedua, jika Etape 15 mencapai puncak tertingginya lebih dari 1000 meter hanya sekali, Etape 8 memiliki empat tanjakan di atas 1500 meter. Termasuk di Tourmalet 2115 meter. Etape ini bakal menjadi rute gunung paling intens di Tour de France 2016. (cak)

Komentar telah ditutup.