Alexa Metrics

Getir Sehingga Tolak Pengalungan Medali Euro

Getir Sehingga Tolak Pengalungan Medali Euro

Indopos.co.id- Jika ini adalah mimpi buruk, maka para penggawa timnas Prancis tentu meminta agar mereka segera dibangunkan dengan cara apapun. Sebab, apa yang mereka alami begitu mencabik-cabik harga diri mereka. Kandidat kuat juara dengan bursa seperti Betway, Ladbrokes, maupun Bet365 kompak  memberikan koefisien 1,44 dibanding 2,88 Portugal, dan dipimpin oleh pelatih sarat pengalaman yang telah menggondol trofi Piala Dunia 1998 dan Euro 2000, Didier Deschamps. Namun, kenyataan berbicara lain. Mereka hanya bisa menjadi penonton di akhir tiupan peluit Mark Clattenburg, dan melihat para pemain Portugal saling berangkulan sembari tenggelam dalam airmata suka.

Bek Christophe Jallet langsung menangis sembari berusaha dihibur oleh Olivier Giroud. Antoine Griezmann hanya bisa berjalan gontai di tengah lapangan dalam kesunyian sembari terus meratapi kegagalannya dalam mengonversi sejumlah peluang. Adapun lidah entraineur Prancis Didier Deschamps begitu kelu untuk sekedar memberi semangat kepada pasukannya.

Pelatih 47 tahun tersebut hanya bisa memandang dengan tatapan nanar dan berkaca-kaca.  Ambisi, maupun ekspektasi yang dibebankan seluruh rakyat Negeri Anggur kepada Hugo Lloris dkk, agar bisa sekali lagi melihat kejayaan trofi Henri Delauney, julukan trofi Euro, harus pupus seketika. Karena itu, saking getirnya, para pemain Prancis pun menolak pengalungan medali runner up sebagai seremoni wajib pasca laga final.

Para pemain reguler seperti Giroud, Laurent Koscielny, dan pilar cadangan seperti Morgan Schneiderlin langsung menolak medali yang berusaha dikalungkan. Eliaquim Mangala malah langsung melepas kalungnya sesaat setelah melingkar di lehernya. Hanya Blaise Matuidi, dengan terus diiringi isak tangis, bersedia terus memakai medali itu hingga momen dimana Seleccao das Quinas, sebutan Portugal, mengangkat titel pertama mereka di turnamen mayor Benua Biru tersebut.

”Memalukan! Ini mimpi buruk! Sangat mengerikan!” ucap striker Prancis, Andre-Pierre Gignac seraya merutuki nasibnya pasca pertandingan kepada Goal. ”Aku kira kami sangat kuat selama 90 menit. Namun, Portugal lihai dalam memanfatkan kesalahan permainan yang kami lakukan,” keluh pemain klub Meksiko Tigres UANL itu.

Senada dengan Gignac, Giroud berkata bahwa sangat menyesakkan karena mereka gagal memenuhi impian dari fans Prancis. Namun, bomber Arsenal itu mencoba mengambil sisi positif dari kekalahan tersebut. ”Aku kira kami bakal berkembang lebih baik lagi. Ini adalah generasi terbaik yang masih bisa berbicara di Piala Dunia 2018,” urai Giroud dalam wawancaranya dengan BFM TV. Giroud dan Koscielny pun mendapat kata-kata hiburan dari rekan setim mereka di Arsenal, Mesut Oezil.

”Mendongaklah Prancis, terutama kepada dua temanku Giroud dan Koscielnya,” kata gelandang timnas Jerman itu dalam akun twitter-nya. Giroud juga pernah membesarkan hati Oezil setelah Prancis mengirim Jerman pulang di semifinal.

Di sisi lain, sikap para pemain Prancis dalam menolak pengalungan medali mendapat kecaman dari jurnalis Sporting News Michael De Courcy. Michael menyebut bahwa apa yang ditunjukkan oleh para pemain tersebut sangatlah tidak terhormat. Sebab, mereka kalah dengan fair. ”Malah, Prancis diuntungkan setelah Cristiano Ronaldo harus keluar di menit 25 karena cedera,” kata DeCourcy dalam tulisannya di Sporting News. (apu)



Apa Pendapatmu?