Trofi Itu Kembali ke Tangan Andy Murray

Indopos.co.id– Tidak ada tempat yang senyaman rumah sendiri. Itu yang jelas dirasakan Andy Murray. Mendapat dukungan penuh dari fans Inggris Raya, Murray meraih gelar grand slam Wimbledon kedua dalam empat tahun terakhir atau trofi mayor ketiga dalam karirnya tadi malam.

Dalam pertandingan ketujuhnya di Centre Court secara beruntun, Murray membekap unggulan keenam Milos Raonic tiga set langsung 6-4, 7-6 (3), 7-6 (2). Petenis 29 tahun itu memeluk gelar setelah bertarung dalam tempo 2 jam 47 menit.

Baca Juga :

PABSI Bantu Selesaikan Masalah Deni

’’Saya merasakan banyak momen hebat di sini. Juga mengalami banyak kekalahan yang menyesakkan. Jadi, saya sangat bangga akhirnya trofi ini berada di tangan saya lagi,’’ kata Murray dalam sambutan kemenangan sebagaimana dilansir The Guardian.

’’Saya bermain dengan sangat baik hari ini. Milos menjalani beberapa pekan yang fantastis di lapangan rumput. Dia salah satu pekerja paling keras yang saya kenal. Jadi, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang mendukung saya,’’ imbuh petenis yang meraih trofi Wimbledon pertamanya pada 2013 tersebut.

Baca Juga :

Raonic, seperti biasa, terus mengandalkan servis yang sangat keras. Petenis asal Kanada itu sukses menyulitkan Murray, terutama pada set kedua dan ketiga. Namun, petenis 25 tahun tersebut terus berada dalam kontrol Murray nyaris sepanjang pertandingan.

’’Ini adalah tantangan yang sangat berat. Andy bermain sangat baik, dan dia layak menang untuk kali kedua. Saya akan melakukan apa pun untuk bangkit dan meraih kesempatan juara kembali. Bagi saya, ini adalah dua pekan yang sangat fenomenal,’’ katanya.

Baca Juga :

Hoki Jadwalkan Try Out ke Belanda

Raonic memang pantas berbangga. Sebab, di semifinal, dia sukses menyingkirkan maestro asal Swiss Roger Federer dalam lima set. Sayang, di partai puncak, dia kehilangan kreativitas untuk mendikte Murray.

Di sisi lain, Murray terlalu cerdas untuk meladeni permainan Raonic yang sejatinya mudah sekali ditebak. Namun, yang harus diingat adalah Murray bisa mendikte lawan karena sering bisa mengembalikan servis keras Raonic yang rata-rata kecepatannya di atas 130 kilometer per jam.

Murray menutup pertandingan dengan forehand voli yang cantik, sekali lagi menunjukkan bahwa dia nyaman dalam mengontrol pertandingan.

’’Murray melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam mengembalikan servis itu,’’ kata legenda tenis Amerika Serikat John McEnroe kepada ESPN. (irr/c17/nur)


loading...

Komentar telah ditutup.